27 Sanggar Seni Lokal Bakal Jadi Saksi Sejarah Sukse PIFAF 2018

BANNIQ.COM.Polewali. Untuk mengulang kesuksesan pelaksanaan PIFAF 2017, panitia Penyelenggara PIFAF 2018 kembali mengundang sebanyak  27 sanggar seni untuk tampil memeriahkan dan mengsukseskam penyelenggaraan PIFAF 2018 tanggal 1 sampai 6 Agustus 2018 di  panggung utama Sport Center Kabupaten Polewali Mandar.

informasi yang dihimpun Banniq dari Koordinator Panggung Utama PIFAF 2018 Muhammad Dalif Palipoi, menyebut sebanyak  27 sanggar yang akan tampil di puncak pelaksanaan Pestival Seni budaya bertaraf internasional tersebut antara lain:, Rumah Budaya Madatte ART, Ladang Tari Labada, Daun Mamea, Formasi Musik, YMYK/Quo Vadis, Sanggar Tie-Tie, Sossorang, Sanggar Buttu Sarre, Sanggar Tarring Sandeq, Lingkarang Musik Uwake, Sikola Paqbanua. Sanggar Dance Crearit, Sanggar Sipatuo Mammesa.

Komunitas Sureq Bolong, Todikustik ART Polewali, Kospeta Stai DDI Polman, Sanggar Marendeng Alu, Sanggar Tomepayung Kwarcab Polman, Kaze Band Musik Tinambung, Sanggar Sureq Mariri, Divisi Musik Kosaster Siin Unasman Polman, UKM (Tari) Pandaraq Unsulbar, Komunitas Kakanna Balanipa, Sanggar Pattae Mammesa, Komunitas Pencak Silat Arkas Amani Alu, dan Sanggar Seni Bura’ Lembo.

” Sanggar tersebut nantinya akan bergabung setiap malam bersama dengan penampil dari peserta PIFAF mancanegara. Sementara untuk jadwal pementasan masing-masing sanggar seni akan dibahas pada technical meeting bersama Stage management Muhammad Ishaq yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 25 Juli 2018 di Sekretariat Panitia DISPOP Polewali Mandar.,” Paparnya.

Kemudian untuk keikutsertaan  peserta sanggar seni di luar Kabupaten  Polman seperti pelaksanaan sebelumnya, Sekertaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polman, Mustari Mula⁩ mengatakan PIFAF 2018 memprioritaskan sanggar seni lokal dari Kabupaten Polewali Mandar.

“Meskipun demikian ada beberapa sanggar seni dari luar Polman dan Sulawesi Barat yang menyatakan kesediaan ikut berpartisipasi,” kata Mustari,. ”

Ditambahkan Mustari, mengingat keterbatasan  ketebatasan waktu yang dialokasikan kepada penampil setiap malam maka yang menjadi diprioritas adalah kepada sanggar seni lokal.

Dari rancangan jadwal, penampil setiap malam dipanggung utama PIFAF yang didesain Stage management setiap malam delapan group kesenian, tiga group kesenian tamu negara dan lima group kesenian lokal.

“Target panitia adalah 30 sanggar seni lokal dengan asumsi lima grup setiap malam kali enam. Kecuali malam pertama peserta tamu negara belum ada yang tampil karena mengikuti acara welcome dinner di Pendopo Mini Rujab. Tetapi di malam terakhir pada acara closing ceremony (Penutupan) semua negara tampil,” Bebernya.

Masih Mustari , inti dari informasi tersebut, kenapa dibatasi hanya sanggar seni lokal saja, alokasi waktu tampilan setiap malam hanya mampu mengakomodasi delapan group kesenian dengan durasi 10 sampai 15 menit diluar masa persiapan pengaturan langgung.

“Grup kesenian lokal di Polewali Mandar saja ada 57 grup kesenian termasuk sanggar seni binaan sekolah dan sanggar seni tradisi. Disamping dari alasan tersebut tentu saja alasan yang paling utama adalah mengacu pada tema PIFAF 2018 “Mengenalkan Negeri, Melestarikan Tardisi” tentu memberi ruang seluas-luasnya kepada sanggar seni lokal untuk berekspresi,” Pungkas Sekdis yang imajinatif ini.(smd)

Berita Terkait: