Pesan Dari Diskusi Publik Tentang Tasawuf di Mamuju

Banniq.Com.Mamuju. Membincang tentang tasawuf saat ini tak lagi dibatasi oleh Ruang dan dinding masjid, surau ataupun Padepokan ilmu tasawuf, namun ruangnya lebih bebas dan dibahas secara terbuka dan pesertanyapun lintas generasi.Seperti itulah Diskusi Tasawuf yang digelar oleh Salah satu Media Online di Mamuju, di salah satu Warkop, Selasa (30/1/2018), Dengan tema “Ekspansi Tasawuf Sampai Dimana?”

KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, selaku pembicara tunggal yang dipandu Nursalim Izmail, dalam diskusi ini mengatakan bahwa pada hakikatnya orang yang mampu melafazkan kalimah Lailahaillallah secara sungguh-sungguh, maka  itulah Tasawuf.

“Sesungguhnya orang yang mampu mengatakan laaailahhaillah di dalam hati sungguh-sungguh itulah Tasawuf yang sesungguhnya karena mereka adalah  orang yang bisa mengenal dalam dirinya sendiri” papar Anggota DPD RI Dapil Sulbar ini.

Diurai lanjut oleh KH Syibli bahwa dalam menjalankan syariat islam, seorang muslim harus belajar dengar benar tentang islam jangan terpropokasi dengan issu-issu yang tidak mengandung nilai Kebenaran.

Karena issu-issu yang berasal dari luar yang tidak mengandung kebenaran Sebut sibly, dapat merusak tatanan sosial di masyarakat apalagi tentang Issu tasawuf yang tidak dipahami apa sesungguhnya Tasawuf itu.

” Sesunggunya isu-isu yang ada datang dari luar yang  tidak berdasarkan kebenaran dan tidak memahami apa itu tasawuf,  itu bisa merusak tatanan sosial dalam kehidupan sehari-hari,”Pungkas Mantan Ketua PWNU Sulbar ini.( Nhar/s)

Berita Terkait: