Ajbar : Harus Ada Audit Terhadap Invoice Penjualan TBS Ke Perusahaan

IMG-20170320-WA0037

Banniq.com.Samarinda

Guna mendapatkan informasi secara komprehensif tentang Standar Indeks K Penjualan TBS  di provinsi lain untuk jadi bahan kajian dalam penyusunan Ranperda Penetapan Harga TBS, Anggota DPRD Yang tergabung dalam Pansus Ranperda Penetapan Harga Tandang Buah Segar atau lazim disingkat TBS, melakukan Kunjungan Kerja Ke Disbun Provinsi Kalimantan Timur, Senin,20/3.

Anggora Pansus Ranperda Penetapan Harga TBS, Ajbar Abd.Kadir Pada laman ini, via Waatshaap, menguraikan bahwa Pansus Yang berkunjung ke Disbun Kaltim. Kunjungan Pansus tersebut,   Menghasilkan catatan penting antara lain kata Politisi PAN ini,   perbedaan harga yang cukup tinggi dari setiap bulan (setiap penetapan dari  pemerintah) yakni  berkisar RP. 400an. Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi        Selain itu, Pansus juga mencatat   adanya perbedaan harga CPO cukup tinggi yg dilaporkan oleh perusahaan melalui invoice penjualan perusahaan.” Ada selisih sekitar seribuan, harga CPO di Kaltom dan Di Sulbar,. Kalau sulbar berada di angka 6000an Rupiah maka di Kaltim sudah berada di angka  7000an Rupiah. Kalau di sulbar 7000an Rupiah maka di kaltim sdh 8000an,”Urai Ajbar.

Selain harga CPO   indeks K juga terpaut sekira 5% dari Kaltim. . Di kaltim indeks K tidak  pernah dibawah 80% tetapi kita di sulbar angka 80% dpt dicapai setelah ada pergub bahkan saat ini indeks K kita 80% kaltim sdh 85%.

Berpijak pada fakta tersebut,  kata Ajbar  muncul pertanyaan  kenapa bisa harga penjualan CPO dikaltim lebih tinggi? Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena  Data invoice yg diberikan oleh perusahaan tidak benar atau rekayasa.
Masih Kata Ajbar, bahwa  Kalau harga itu benar maka betapa bodohnya perusahaan di Sulbar mau menjual murah padahal ada pembeli bisa lebih mahal dari yang dijualkan selama ini.

Pertanyaan berikutnya masih kata Ajbar,  Indeks K sulbar kenapa bisa lebih rendah dari Kaltim, hal tersebut kemungkinan disebabkan   Karena data yang dimasukkan oleh perusahaan pabrikan tidak benar. Kemudian  Tim penetapan harga tidk pernah serius dalam melakukan verifikasi faktual dilapangan. ” Sesungguhnya kalau ditinjau dari aspek yang berpengaruh terhadap indeks K, seharusnya indeks K Sulbar Lebih Tinggi, karena   jarak lebih dekat, infrastruktur jalan kita lebih baik, biaya karyawan kita lebih rendah,  Jadi tidak ada alasan kita lebih rendah indeks K nya,” Timpal Ketua DPC PAN Polman ini..

Untuk menguak kejanggalan yang terdapat dalam proses tata kelola harga TBS dan Indeks K di Sulbar, Kata Ajbar dibutuhkan audit invoice penjualan ke Perusahaan sawit.” Kita minta ada tim audit untuk segera mengaudit invoice penjualan dan lainnya ke perusahaan yg ada di sulawesi barat,” Pungkas Ketua Komisi III DPRD Sulbar ini(smd).

Berita Terkait: