Ajbar : Terkait Penentuan Harga TBS, Anwar Sangat Konsisten Bela Petani Sawit Di Sulbar

FB_IMG_1488616354977

Banniq.com.Sulbar

Penetapan Harga Tandang Buah Segar (TBS) kelapa Sawit, di Provinsi Sulawesi Barat yang belum lama ini dilaksanakan bersama DPRD Sulbar, melalui Pansus  Penetapan Harga TBS.Namun dibalik itu, menyisakan polemik terkait pernyataan salah seorang anggota Pansus, yang mensinyalir mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, menerima fee dari penetapan Harga TBS selama ini.

Menanggapi hal tersebut,Ketua Komisi II DPRD Sulbar,Ajbar Abd.Kadir  Dari tanah haram, Mekkah, yang tengah menjalankan Ibadah Umrah,  Sabtu,4/3 via WA mengatakan bahwa Dengan terbentuknya pansus penetapan harga TBS patut disyukuri sebab kita berharap mekanisme penetapan harga TBS bisa semakin transfaran dan menguntungkan dua belah pihak anatara petani dan pengusaha. ” Inilah peran pansus membuka mata rantai yang kita anggap selama ini kurang transfaran dan merugikan petani,” Ujar Ajbar.

Dilanjutkan Ajbar, bahwa Dilain hal mengenai adanya indikasi keterlibatan mantan gubernur  AAS dalam mendapatkan fee dari hasil kongkalikong yang dituduhkan salah satu anggota pansus harus benar dan berdasar.” Jangan hanya asumsi karena akan berakibat fitnah, Sekedar diketahui bahwa dimasa AAS memimpin sulbar pergub tentang mekanisme penetapan harga TBS sudah terbentuk bahkan sudah diberlakukan,”Imbuhnya.

Masih kata Ajbar, menurut beberapa pabrikan sawit yang ada di sulbar saat ini sangat merugikan mereja,  dimana salah satu item yang termuat dalam pergub bahwa penetapan indeks K ditetapkan secara konstan yaitu 80%.”  Pasal ini sangat menguntungkan petani bahkan kami mendapat kabar bahwa salah satu pabrikan di sulbar memasukkan gugatan kepada MA atas pergub tersebut, tetapi gubernur AAS saat itu tetap kukuh bahwa pergub jangan dirubah,”Tandasnya.

Dilanjutkan Ajbar bahwa ketika itu Anwar Adnan Saleh konsisten untuk membela petani sawit.” Hemat Anwar ketika itu,   pemerintah harus konsisten demi kepentingan rakyat dan tidak merugikan petani,  itu kata beliau kesaya sewaktu diminta masukan atas gugatan salah satu perusahaan sawit di sulbar,” Timpalnya.

Hal tersebut kata Ajbar, penting untuk membuka ini semua kalau benar adanya kita sampaikan tetapi kalau sifatnya masih asumsi jangan terburu-buru.

Kemudian kepatuhan perusahaan terhadap mekanisme penetapan indeks K dan penetapan harga TBS, kata Ajbar memang masih jauh dari patuh, banyak hal-hal yang harusnya dipenuhi oleh perusahaan termasuk intervensi tim penetapan harga harusnya sekali-sekali melakukan sidak keperusahaan agar yg dilaporkan benar-benar  sesuai dengan fakta dilapangan.
” Inilah harapan kami agar pansus bisa menguatkan pergub, melengkapi yang kurang dan mendorong agar mekanisme penetapan harga benar-benar  dijalankan,” Pungkasnya.(smd)

Berita Terkait: