Aliansi Peduli Bala-balakang Ancam Ajak Masyarakat Bergabung Ke Kaltim Bila Pemerintah Tak Buat Perda Khusus

20170330_154212

Banniq.com.Sulbar

Prahara yang mendera  Kepulauan Bala-balakang yang diklaim Provinsi Kaltim sebagai Wilayah miliknya,sebagaimana Tertuang dalam Perda RTRW Kaltim Nomor 1 Tahun 2016.

Alinasi Peduli Bala-Balakang,  beranggotakan Tokoh Masyarakat,Pemuda,Organisasi Kemahasiswaan,dan Pengurus KNPI trersebut,Di gedung DPRD Sulbar,Rabu,29/3 dalam acara Hearing terkait masalah Bala-balakang, di Hadapan Ketua, H.A.Mappangara dan Wakil Ketua DPRD Sulbar ,H.Hamzah Hapati Hasan, Kordinator Aksi Bahtiar Salam menguraikan bahwa kondisi Bala-balakang saat ini sangat memprihatinkan karena kepedulian Pemkab Mamuju Dan Penprov Sulbar sangat minim terhadap Bala-balakang.” Saat ini Masyarakat terancam Abrasi,Karena tidak adanya Tanggul penahan di pulau tersebut, dan karena Abrasi yang telah berlangsung lama itu ada pemukiman yang dulu biasa ditempati pejabat Sulbar kalau ke sana kini tidak ada lagi karena sudah menjadi lautan kembali,” Ujar Bahtiar yang juga Kades Bala-balakang Timur tersebut.

Selain masalah Ancaman Abrasi, masalah lainnya kata Bahtiar Seperti infra struktur, Penyediaan Air bersih,masalah kesehatan,yenaga guru yang minim dan kompeleksitas masalah lainnya yang selama ini dirasakan oleh Masyarakat Bala-balakang,yang tak pernah diperhatikan oleh Pemkab dan Pemprov Sulbar, ” Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah,untuk tenaga pendidik dan kesehatan yang di tempatkan di Kepulauan Bala-balakang tunjangan mereka harus dua kali lipat dari daerah lainnya, agar mereka bisa bertahan di sana, jika tidak maka kasus kesehatan akan terus menjadi ancaman masyarakat di pulau tersebut, sakit sedikit saja mesti dirujuk Mamuju karena minimnya tenaga kesehatan di Pulau tersebut,” Timpalnya.

Olehnya kata Kades yang genius  ini, Pemerintah Kabupaten Mamuju Dan Pemprov Sulbar harus berfikir taktis untuk menyelesaiksn masalah di Kepulauan tersebut,melalui Perda Khusus dan jika tidak,Mungkin masyarakat Di sana lebih baik bergabung ke Kaltim.” Hanya satu solusi yang dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Mamuju Dan Penprov Sulbar terkait Bala-balakang, yakni Perda khusus yang mengatur tentang penanganan dan Pengembangan Bala-balakang,bula tidak maka maka sebauknya Masyakat Bala-balakang Bergabung Ke Kesana(Kaltum) saja,” Ujar Bahtiar geram.

Pernyataan senada,Disampaukan oleh Erlin,Aktivis HMI komisariat Manakarra,kata Erlin masyarakat Bala-balakang membutuhkan langkah kongkrit daei pemerintah Baik Mamuju maupun Penprov,semua masalah yang dihadapi dari masalah tanggul,sarana pendidikan kesehatan dan lain-lain,untyk.itu kata Erlin setiap ada pertemuan yang membahas penyelesaian Bala-balakang pihaknya berharap dekegasi dari Aliansi Peduli Bala-balakang u tuk dihadirkan dalam pertemuan.” Masalah di Kepulauan Bala-balakang sangat kompleks, untuk itu setiap pembahasan penyelesaian masalah Bala-balakang, kami berharap delegasi anggota Peduli Bala-balakang dihadirkan,karena kami sangat paham dengan kondisi rill yang dihadaoi masyarakat di pulau tersebut,” Pungkas Sarjana Keperawatan ini.(samad)

Berita Terkait: