Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Lingkungan Mateng Kembali Akan Turun Aksi

Saddam Husain, Kordinator Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pemerhati Lingkungan, Mateng(photo:dok)

BANNIQ.COM.Mateng. Keberadaan Perusahaan Sawit,PT. Prima Nusa Global Lestari(PNGL) di Kambunong Desa Kambunong Kabupaten Mamuju Tengah, yang telah beroperasi sejak pekan lalu, dan sewaktu acara peresmian pengoperasian pekan lalu tersebut, sudah diprotes oleh kelompok pemuda dan masyarakat yang bermukim di dekat lokasi perusahaan tersebut.

Tuntutan pengunjuk rasa dalam aksi pekan lalu tersebut, meminta pihak perusahaan untuk Memperliharkan Salinan Analisis Masalah Dampak Lingkungan ( AMDAL) ke masyarakat.

“Bila tuntutan kami tidak bisa dipenuhi oleh pihak Perusahaan untuk memperlihatkan Salinan Amdal tersebut, kami akan kembali melakukan aksi,” Ujar Saddam Huzain, Kordinator Aliansi Pemuda dan Masyarakat Kabupaten Mamuju Tengah, Rabu(15/8/2018).

Diutarakan lebih Jauh Oleh Saddam Bahwa, saat aksi tersebut  Bupati Mateng telah berjanji untuk mencarikan solusi masakah tersebut dengan jalur kekeluargaan, dan waktu yang dijanjikan 2 minggu setelah kami mekakukan aksi tersebut, dan waktu  aksi juga ajudan Bupati telah menyampaikan ke saya akan dijadwalkan pertemuan.” Pak Bupati menyampaikan bahwa ditampung dulu apa yang menjadi tuntutan, dan akan ducarikan solusi secara jalur kekelurgaan, dan Ajudan Beliau juga menyampaikan ke saya bahwa akan dijadwalkan pertemuan,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Saddam bila janji tersebut tidak bisa direalisasikan, maka pemuda dan Masyarakat yang tergabung dalam Akiansi Pemuda dan  Masyarakat Pemerhati Lingkungan Kabupaten Mamuju Tengah akan kembali turun aksi untuk mendesak pihak perusahaan mempublikasikan Salinan AMDAL.

Masih Saddam, masalah tersebut juga perlu diselesaikan karena keberedaan Perusahaan PT PNGL yang lokasinya berada di tengah perkampungan dan berdekatan dengan area tambak petani tambak di lokasi tersebut, dan hal tersebut terkait dengan kehidupan masyarakat, dan bila persoalan hidup yang sudah ingin diganggu mereka pasti rela untuk berjihad,”Lokasi Perusahaan ini berada di tengah perkampungan dan area tambak Petani tambak yang luasannya sekitar 1500 hektar khusus di desa Kambunong, ini ruang kehidupan dan bila ini diganggu atau tidak diberi ruang untuk hidup, matipun tidak masalah mereka akan berjihad,” Tegasnya.

Terkait Sikap DPRD Mateng terhadap masalah tersebut sebut Saddam, pihak DPRD Mateng tidak nengetahui awalnya persoalan pembangunan Pabrik tersebut.” Kami sudah aksi di DPRD juga dengan harapan mereka mengetahui pembangunan perusahaan sawit ini namun sangat disangat disayangkan mereka tidak mengetahui pada awalnya,” Pungkasnya.

Sementara itu  pihak PT PNGL yang hendak dikonfirmasi, setelah Banniq Minta izin di Security Perusahaan tersebut namun setelah disampaikan,   pihak Manajemen Perusahaan tidak bersedia menerima untuk konfirmasi, dengan alasan sibuk.” Mohon maaf pak, Penyampaian dari dalam, mereka semua sibuk jadi tidak bisa menerima bapak,” Ujar security di pintu  masuk PT PNGL yang bernama Arya.(smd)

Berita Terkait: