Anggota DKPP Sebut 5 Komponen Untuk Pemilu Demokratis, Ini Komponennya

Banniq.Com..Sulbar. Menghasilkan pemilu yang demokratis sebagai tujuan utama penyelenggaraan Pemilu di Indonesia, paling tidak harus mengacu pada lima komponen.

Komponen itu kata Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu(DKPP) Prof.Dr.Muhammad,S.IP;M.Si pada Kegiatan Diskusi Publik dalam rangka Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 yang diselenggarakan Bawaslu Sulbar, Jumat(26/1/2018) di Warkop 157 Mamuju,  Tegak lurus dengan aturan, Peserta pemilu yang kompeten, Birokrasi yang netral, Pimilih yangg cerdas dan penyelenggara yang berintegritas.

Tegak lurus dengan aturan kata Mantan Ketua Bawawslu RI ini artinya seorang penyelenggara harus berpegang kepada aturan penyelenggaraan Pemilu, dengan demikian apa yang dilaksanakan dalam proses penyelenggaraan Pemilu akan dapat berjalan dengan baik.” Jika saudara penyelenggara tegak lurus dengan aturan dan menjadikan aturan itu sebagai kitab suci Insya Allah anda selamat , pun kalau ada riak-riak pasti akan dapat dapat diselesaikan dengan khuznul khatimah,” ujarnya.

Kemudian untuk peserta Pemilu yang berkompeten, sambung Muhammad artinya parpol atau tim-tim sukses harus menjaga pemilu sengan baik jangan memunculkan masalah atau memunculkan potensi masalah.” Karena kita di Sulbar ini  ada dua Kabupaten dalam waktu dekat ini akan menyelenggarajan Pilkada, kepada Para Tim Sukses diharapkan untuk tidak mengusulkan orang yang bermasalah,harus betul-betul dijamin tidak ada masalah,ijasahnyakah dan lain-lain,” Timpalnya.

Masih dalam kaitan itu sebut Muhammad peserta Pemilu juga jangan bertindak seperti iblis yang  selalu menggoda penyelenggara.” Penyelenggara harus berhati-hati karena godaan dari peserta pemilu sebantiasa ada, untuk itu kepada peserta pemilu diharapkan untuk tidak menggoda penyelenggara, anda garus berkontribusi menciptakan pemilu yabg demokratis dengan tidak menggoda Penyelenggara Pemilu,” Bebernya.

Komponen selanjutnya lanjut Muhammad, yakni Birokrasi yang netral,saat ini timpal muhammad aturan ASN sangat ketat jangan rusak karir birokrasi anda dengan kepentingan sesaat.” Jangan karena anda prinsip jika calon A menang anda aman, sayangi karir anda jangan karena kepentingan sesaat karir anda jadi rusak,” jelasnya.

Kemudian pemilih yang cerdas  sambung Muhammad, merupakan komponen yang juga sangat penting dalam menciptakan pemilu yang demokratis.” Kita harus memberi edukasi ke masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan politik uang, aturan sekarang makin ketat pemberi dan penerima semua kena sanksi,” ungkapnya.

Komponen terakhir masih kata Muhammad yakni Penyelenggara Pemilu yang berintegritas.” Tidak ada  alasan bagi Anghota KPU dan Anggota Bawaslu untuk tidak berntegritas, karena tunjangan kehormatan yang cukup tinggi dan fasilitas yang lain seperti Perjalanan Dinas yang semuanya sudah dibayarkan negara,” Pungkas Anggota DKPP yang juga  Guru besar Fisipol Unhas ini(**)

 

Berita Terkait: