Anjloknya Harga Sawit Petani Mandiri Karena Tengkulak

Banniq.Com.Sulbar

Upaya untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan petani Sawit di Provinsi Sulbar terus digalakkan oleh Pemprov dan DPRD Sulbar melalui beberapa kebijakan, antara lain Pembentukan Pansus Penetapan Harga TBS sawit di DPRD Sulbar yang telah berjalan setahun ini, kemudiaan tindak lanjut dari dan pertemuan intens dengan pimpinan koorporasi sawit se Sulbar.

Jumat, (20/10/2017) Pemprov  Sulbar bersama Anggota Pansus Harga TBS Sawit DPRD Sulbar kembali melakukan pertemuan terbatas dengan Pimpinan Perusahaan Sawit Se Sulbar, baik dari Group PT Surya Raya Lestari maupun Grup PT Unggul Widya Lestari.Pertemuan ini dipimpin langsung Gubernur Sulbar Drs.H.Alibaal Masdar, dihadiri ketua Pansus TBS sawit DPRD Sulbar,Ajbar Abd.Kadir dan Anggota Rayu.Hadir pula Kabinda Sulbar,Drs.HM.Hamzah Kadistanakbun Sulbar,Ir.H.Hamzah,MMA beserta Jajaran Bidang perkebunan serta Direksi BUMD Sulbar.

Di sela rapat terbatas tersebut,Rayu selaku anggota Pansus Harga TBS Sawit DPRD Sulbar, pada Banniq.Com. membeberkan bahwa kendala utama yang dihadapi oleh petani sawit di Sulbar,adalah merajalelanya tengkulak yang mempermainkan harga,sehingga harga standar yang disepakati pada kisaran Rp.1.400/kg itu tidak dinikmati petani karena dimainkan tengkulak.” Untuk petani mandiri ini kan tidak bisa menjual sawitnya ke Perusahaan, Sehingga sawit mereka itu dibeli oleh tengkulak dengan harga dibawah standar,padahal jika dibekap oleh regulasi misalnya dengan pembentukan kelompok tani khusus perani sawit mandiri hal tersebut dapat mengatasi masalah ini,” Beber Politisi PDIP ini.

Berdasarkan monitoring yang telah dilakukannya selama ini di lapangan tentang aktivitas Tengkulak yang merugikan petani ini sebut Rayu,pihaknta telah menyampaikan ke Perusahaan-perusahaan sawit di Sulbar agar masalah ini bisa diselesaikan.Karena kata Rayu Tengkulak yang membeli sawit dengan harga rendah tersebut sesungguhnya dibekap oleh orang Perusahaan.” Saya sering katakan kepada pihak perusahasn mari kita selesaikan masalah ini,karena sesungguhnya tengkulak tersebut dibelakangnya itu adalah orang-orang Perusahaan,” Kuncinya.

Di tempat yang sama, salah satu elemen Perusahaan Sawit PT.Surya Raya Lestari yang ikut dalam pertemuan tersebut,Ir.Tugirang menyampaikan bahwa untuk masalah tersebut perlu keterlibatan semua komponen termasuk para kepala desa dimana perkebunan sawit tersebut berada.Berdasarkan pemantauan yang dilakukan mulai dari Tarailu sampai Kotaraya Sulteng, harga tertinggi yang diterima petani mandiri dari Rp.1000 sampai Rp.1050 sehingga memang ini perlu kita pikirkan bersama.” Berdasarkan pemantauan yang kami lakukan mulai Dari Tarailu(Sulbar) sampai ke Kotaraya Sulteng, harga yang diterima petani paling banter Rp.1000 sampai Rp.1050, nah ini perlu kita pikirkan bersama dengan pelibatan semua pihak termasuk para kepala desa agar masalah oni kita dapat atasi bersama,” Harapnya(as/S)

 

Berita Terkait: