Aparat Polres Polman Ungkap Pelaku Dan Motif Pembunuhan Di Ugibaru

Banniq.com.Polewali

Kerja keras jajaran Polres Polman untuk mengungkap Dalang,tersangka dan Motif  perampokan dengan Kekerasan di Desa Ugi Baru Kecamatan Mapilli yang mengakibatkan korban  lelaki Muh.Darwis(60) pekerjaan pedagang Kuda, Meninggal Dunia dalam peristiwa naas yang terjadi pekan lalu tersebut,telah membuahkam hasil.

Hasil pengungkapan kasus tersebut, disampaikan oleh Kapolres Polman AKBP Hanny Andhika Sarbini,S.Ik,SH;MH, didampingi Kasatreskrim AKP M.Nur,S.Ik,Karbinops Satreskrim IPTU Mustaqim,SH,Kanitresum IPDA Muliadi,SH;M.Si, dan Kanit Tipiter IPDA Firman  melalui Press Release di hadapan puluhan wartwan media cetak,elektronik dan online yang bertugas di Polewali,Selasa,20/6.

Peristiwa Perampokan dengan Kekerasan  yang terjadi Jumat tanggal 17 Juni di Dusun Ugibaru, kata Kapolres Polman AKBP Hanny Andhika Sarbini,S.Ik;SH;MH bahwa Satreskrim Polres Pilman  telah menetapkan beberapa tersangka antara lain, Hj. NR (istri korban), 51 tahun, Ibu rumah tangga, alamat Desa Ugi Baru Kec. Mapilli Kabupaten  Polman berperan sebagai dalang dan perencana yang menyuruh dengan membayar Eksekutor  atas nama Aco dkk,   sebanyak 12 juta rupiah. ” Perbuatan tersangka ini diduga melanggar  pasal 340 sub pasal 338 jo pasal 55 KUHP,” Terang Mantan Kapokres Mamasa ini.

Tersangka lainnya masih kata Hanny, yakni BSM ,(putra korban), 30 thn, tukang batu, alamat Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polman, berperan sebagai perencanaan pembunuhan terhadap bapaknya, dan sudah 2 kali pernah memberikan racun pestisida kepada korban. ” Terhadap tersangka diduga melanggar pasal 340 subs pasal 338 jo 55 jo 53 KUHP,” Imbuhnya.

Kemudian lelaki RML 37 thn, Petani, Kec. Campalagian Kabupaten . Polman, berperan membantu dalam melakukan  pembunuhan dengan menyiapkan racun yang diberikan kepada korban, diduga melanggar psl 340 subs 338 jo 55 KUHP.

Kemudian ASR, 22 thn, Petani, asal Kecamatan Campalgian Kabupaten Polman, berperan  membantu menyiapkan racun yang diberikan kepada korban pada hari menjelang pembunuhan, diduga melanggar psl 340 subs 338 jo.55 KUHP.” Sedang Pelaku Eksekutor atas nama Aco kini masih Buron dan kami telah buatkan  Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kapolres Polman,” Timpalnya.

Dari pendalaman penyelidukan yang dulakukan Aparat Reskrim Polres Polman, masih Menurut AKBP Hanny, didapatkan informasi terkait Motif sehingga terjadi tindak Pidana Pembunuhan dipicu sakit hati istri korban dikarenakan suaminya menikah lagi dan berubah sikap tethadapnya.” Modus Operandinya   pelaku meminta bantuan kepada pelaku Eksekutor Aco dkk,  untuk menghabisi korban dengan bayaran sebesar Rp. 12 juta rupiah dengan rincian 2 juta diberikan sebagai uang muka untuk biaya pembelian racun dan kedua diberikan sebesar 10 juta kepada Aco  setelah pembunuhan dilaksanakan,” Tandasnya.

Ditambahkan AKBP Hanny bahwa Saat ini Polres Polman telah mengamankan Barang bukti antara lain Uang sebesar Rp. 15.450.000., Hand phone 11 buah yang berisi data transaksi komunikasi para tersangka, Serpihan balok kayu yang diduga balok kayu yang digunakan dalam menghabisi korban. Pakaian yang digunakan korban saat terbunuh., Pakaian Tersangka Hj.Nr yang digunakan pada saat kejadian pembunuhan., 2 unit sepeda motor yamaha bebek merek fix R warna oranye yang digunakan untuk menghubungi pembunuh bayaran.1 buah bantal, kasur, seprei dan sarung.
Kemudian untuk kronologis Kejadian masih menurut AKBP Hanny, Bahwa pelaku Hj.Nr (istri korban), telah merencanakan pembunuhan suaminya ABDUL WARIS Sejak bulan mei 2017 dengan mendatangi pelaku Aco dirumahnya. ” Dalam pertemuan tersebut Aco  mengusulkan kepada Hj.Nr agar meracuninya saja dan Acopun memberikan Racun   kepada Hj.Nr dan awal bulan puasa mei 2017 pelaku  meracuni korban dengan mencampurkan racun pada makanannya, ” Timpalnya.

Karena korban belum meninggal, kembali pelaku meracuni korban yang kedua kalinya dengan mencampurkan makanan korban pada saat buka puasa tepatnya jumat 16 juni 2017 pukul 18.00 wita yang menyebabkan korban mulai mual dan lemas sehingga malam itu juga sekitar pukul 23.30 wita oleh Hj.Nr menghubungi Aco menyampaikan perihal kondisi korban dan meminta agar segera mengeksekusi / membunuh korban dengan memberi akses tidak mengunci pintu, setelah eksekusi / pembunuhan dilaksanakan bayaran uang sebesar 10 juta rupiah langsung diserahkan kepada pelaku Aco malam itu juga. ” Saat ini Timsus gabungan masih melakukan pendalaman/ Pengembangan dan pengejaran terhadap Aco sang pelaku Eksekutor ,” Pungkasnya(samad)

Berita Terkait: