Badan Kesbangpol Sulbar, Inginkan Dialog Di Warkop Terus Dikembangkan

20160823_144004

Banniq.com.Sulbar

Upaya memupuk persatuan dan kesatuan , bagi masyarakat Mamuju yang heterogen, terus dikembangkan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Sulbar, melalui Dialog  publik.Bertempat di Warkop M Coffe Mamuju, Selasa, 23/8. dialog yang dilaksanakan oleh Forum Pembauran Kebangsaan(FKP) yang dihadiri Kabinda Sulbar,Drs.Hamzah, Dir Intel Polda Sulbar yang diwakili oleh AKP Jhony, Kakanwil Kemenkumham, yang diwakili Surya,SH, Kakanwil Kemenag Sulbar yang diwakili Sahlan,S.Ag.M.Ag dan Kabid ketahanan Sosial, Budaya,Ekonomi dan Agama Kesbangpol Sulbar, Sunusi Usman,S.Pd, anggota Dewan Pendidikan Sulbar, Abdul Samad,S.Pd. dan dipandu oleh Moderator Ihwan Anas.

Kabankesbangpol Sulbar, Drs. H.Rahmat Sunusi,M.M saat membuka kegiatan tersebut, mengatakan bahwa dialog untuk memupuk persatuan di tengah masyarakat, yang dilaksanakan di tempat sederhana seperti Warkop/  karena, materi dialog akan lebih bebas dan cair dibandingkan jika dilaksanakan di tempat elit.” saya berharap dialog di tempat seperti ini terus kita kembangkan, karena suasananya lebih bebas jauh dari kesan elit seperti dialog yang biada dilaksanakan di Hotel,” Terang Rahmat.

Lebih jauh rahmat menjelaskan bahwa dalam rangka pilgub, masyarakat diharapkan tidak terprovokasi oleh issu yang bisa menimbulkan konflik dalam suasana pilgub.” Hal penting yang perlu kita antisipasi jelang pilgub adalah provokasi yang  dapat mempengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihan,” Imbuh Rahmat.

Terkait kondisi masyarakat Sulbar, terutama Mamuju, yang multi etnis dalam Amatan Surya, yang mewakili Kakanwil Kemenkumham sulbar masih dalam suasana yang kondusif dan berada dalam tatanan kehidupan yang terpola dengan baik, artinya dari aspek keamanan Sulbar adalah provinsi yang aman, hanya sedikit yang mencuat yakni masalah narkoba.” Saya empat bulan di Mamuju, namun saya belum pernah kehilangan barang, tidak sama di tempat tugas saya sebelumnya, artinta orang Sulbar ini orang baik, hanya yang perlu diatasi adalah masalah narkoba, ini tanggung jawab kita semua,” Urai Surya.

Dalam konteks keberagaman, dalam pembinaan kementerian agama, kata Sahlan yang mewakili Kakanwil Kemenag, sulbar menjadi ikon keutuhan diantara keberagaman agama.” kami punya sampel keutuhan diantara keberagaman agama di salah satu kecamatan Tobadak, disana ada islam,katolik, Hindu, budha, tetapi mereka tetap hidup rukun, dan sampel ini kita sampaikan ke Kemenag,” ujar Sahlan.

Masih dalam konteks keberagaman, etnis, budaya, agama  yang mewarnai Sulbar, dalam amatan Intelejen yang disampaikan oleh Kabinda Sulbar, Drs.Hamzah, harus dikelola dan dimenej dengan baik agar tidak menimbulkan konflik.” Keberagaman ini hsrus kita kelola dan menej dengan baik, agar tidak menimbulkan konflik,” Beber Hamzah.

Dalam konteks pendidikan, keberagaman juga harus disikapi dengan baik, artinya dalam konteks pendidikan, para tokoh pendidik harus senatiasa mengbangkan pola pendidikan karakter, karena pendidikan karakter dapst menjadi tameng, agar konflik tidak terjadi di masyarakat.” Dalam konteks pendidikan, pendidikan karakter harus menjafi tameng bagi siswa untuk mencegah terjadinya konflik,” pungkas samad anggota Dewan Pendidikan Sulbar(*)

Berita Terkait: