Banjir Landa Pemukiman Warga Di Mateng

banjir-mateng

Banniq.com.Mateng

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sejak beberapa hari terakhir ini mengakibatkan puluhan rumah di Desa Pasapa terendam banjir, akibat banjir tersebut warga di dua dusun terpaksa mengungsi karena ketinggian air banjir sudah mengancam warga.

 

Kondisi banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur  Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng)  sejak beberapa hari terakhir ini, membuat puluhan rumah di desa pasapa tepatnya di dusun rante mario sekitar 28 rumah teredam banjir  sehinga membuat 32 kk terpaksa mengungsi.

 

Sementara di Dusun Ambepesuk sekitar 38 rumah warga juga ikut terendam banjir,  bahkan 13 kepala keluarga (kk) terpaksa harus mengungsi karena ketinggian air terus mengancam keselamatan warga.

 

Selain merendam puluhan rumah warga, ratusan hektar lahan pertanian juga ikut terendam banjir, sehingga kebun  jagung yang sudah siap panen terancam gagal panen akibat terendam banjir setinggi 70 cm, tak hanya itu ratusan unggas peliharaan warga juga mati kerena terendam banjir, bahkan sapi peliharaan warga yang berada dekat dari sungai nyaris terbawa arus banjir.

 

Abd Majid. Warga korban banjir saat dikonfirmasi mengatakan, banjir  terjadi akibat tingginya intensitas hujan di wilayah kabupaten mamuju tengah beberapa hari terakhir ini sehingga mengakibatkan puluhan rumah terendam banjir, banjir juga memaksa puluhan warga untuk mengungsi karena takut banjir terus mengalami peningkatan debit air, bahkan saat ini jalan penghubung antar desa juga terendam banjir membuat sarana transportasi antar desa lumpuh total. Tegasnya.

 

“ratusan ekor unggas milik warga juga mati akibat terendam banjir karena tidak sempat diselamatkan oleh warga, beruntung salah satu sapi milik warga bisa diselamatakan dari terjangan banjir, sementara kerugian yang disebabkan bajir tersebut diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Tutupnya.

 

Sementara itu, Mustari. Kaur Pembangunan Desa mengatakan, Melihat kondisi warga saat ini, pihaknya berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian terhadap warga korban banjir karena sudah beberapa  hari warga korban banjir mengungsi sementara pemerintah setempat belum memberikan bantuan. Tegas mustari.

 

Banjir yang dialami warga didua dusun ini merupakan banjir tahunan karena setiap musim penghujan datang warga desa pasapa ini dipastikan terena banjir. (joni/smd)

Berita Terkait: