Berbagi Informasi Antara Polda Dan Wartawan Melalui Kopi Morning

20170310_190450

Banniq.com.Sulbar

Berbagi informasi di dalam suasana keakraban antara Jajaran Polda dan Polres Mamuju dengan awak media yang bertugas di Mamuju,berlangsung Jumat,10/3 di Warkop 157 Mamuju, dihadiri Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang MH, Kapolres Mamuju AKBP Muh.Rifai, Wakapolda Kombes H.M.Tajuddin,SH Kabid Humas Polda,AKBP Hj.Maeshura dan Jajaran Perwira Utama Polda Sulbar.

AkBP Hj.Maeshura selaku Penanggung jawab kegiatan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sudah lama direncanalan oleh Bidang Humas Polda dan  diharapkan dari kegiatan ini jadi ajang   diskusi  berbagai hal terkait kiprah Polisi dalam menjaga Keamaman Dan Ketertiban Masyarakat serta hal yang selama ini dihadapi oleh para jurnalis yang bertugas di Mamuju Sulbar.” Kegiatan ini sudah lama direncankan oleh Bidang Humas Polda Sulbar, Namu baru kali ini dapat terealisasi, semoga teman-teman wartwan dapat memanfaatkan sebagai ajang diskusi dengan Pihak polda terkait Kamtibmas maupun hal-hal yang terkait dengan tugas jurnalistik yang dilaksanakan oleh teman-teman media dan Insya Allah kegiatan ini  akan rutin kami laksanakan setiap bulan ,” Urai AKBP Maeshura.

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang,MH, menanggapi secara lugas terkait berbagai persoalan yang dikemukakan oleh awak media yang hadir pada kegiatan tersebut,mulai tentang lalu lintas, ancaman Kamtibmas seperti Kehadiran Manusia bertopeng di Majene, ancaman terorisme, penanganan dugaan kasus korupsi APK sampai pada tindak kekerasan terhadap jurnalis.

” Terkait gangguan Kamtibmas yang cukup meresahkan masyarakat Majene, yakni Aksi manusia bertopeng, saya sudah perintahkan ke Kapolres Majene untuk menangkap orang-orang yang meresahkan masyarakat ini,motifnya kan jelas kenapa ia mengenakan topeng, karena ia tidak ingin dikenali wajahnya bila melakukan kejahatan,” papar Nandang.

Kemudian issu lalu lintas  dimana di Kota Mamuju masih kerap menggunakan badan jalan untuk kegiatan hajatan dan pernikahan, Nandang menanggapi bahwa secara esensial fungsi jalan untuk pengguna jalan apakah ia gunakan roda empat,roda dua ataupun pejalan kaki,jadi jika dijadikan sebagai tempat pelaksanaan hajatan itu menyalahi fungsi jalan,hanya ini perlu kordinasi sengan instansi terkait yakni Dishub untuk mengatasi masalah ini.” Fungsi jalan adalah untuk pengguna jalan baik menggunakan roda empat,roda dua ataupun pejalan kaki, tapi bila digunakan sebagai tempat pelaksanaan Hajatan, ini menyalahi fungsi jalan, dan untuk untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan kordinasi dengan Dinas Perhubungan,” Imbuh Nandang

Kemudian terkait,persoalan Dugaan korupsi APK di KPU Sulbar,Pihak Polda kata Nandang berkomitmen tetap akan menuntaskan masalah tersebut pasca selesainya persoalan gugatan di MK,pertimbangannya kata Nandang,karena dua persoalan tersebut sama-sama penting,namun Polda memberi kesempatan kepada Pihak KPU untuk konsentrasi menghadapi gugatan di MK,selesai itu Prosesnya dilanjutkan.” Dua persoalan ini sama pentingnya, dugaan kasus dan Tahapan Gugatan di MK, dan pihak Polda memberi kesenpatan ke KPU Sulbar untuk konsentrasi menghadapi gugatan di MK dulu, Selesai itu Proses pengusutannya dilanjutkan,” kunci Perwira Polisi yang familiar ini(samad)

 

 

 

Berita Terkait: