Berhutang Sekira Rp.40.M ke Petani Sawit, Pemkab Mateng Tutup Sementara Operasi PT. Trinity

Bupati Kab.Mamuju Tengah,H.Aras Tammauni(photo:dok bnq)

BANNIQ.COM.Topoyo.Terhambatnya pembayaran Tandang Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit ke petani di Mamuju Tengah(Mateng) oleh PT.Trinity yang berujung pada Penutupan sementara operasi Korporasi Kelapa Sawit yang berada di desa Tabolang Kecamatan Topoyo tersebut, oleh Pemkab Mateng beberapa hari lalu itu, kini menunggu itikad baik perusahaan untuk membayarkan hutang TBS tersebut ke petani.

Bupati Mamuju Tengah, H.Aras Tammauni,Rabu(25/7/2018) menjelaskan, awal diketahuinya masalah tersebut ketika dirinya disampaikan oleh salah seorang masyarakat  kepada dirinya.” Awalnya masalah ini saya ketahui dari salah seorang masyarakat , Hari Sabtu lalu, waktu  saya sedang di tempat cukur, saya disampaikan bahwa akan ada gejolak di salah satu Perusahaan di wilayah bapak, masyarakat sudah berkumpul di sana, maksudnya di PT Trinity, saat itu pula saya langsung menuju ke lokasi perusahaan, ” Urai Mantan Ketua DPRD Sulbar ini.

Setibanya di lokoasi PT Trinity, sambung Bupati yang lazim disapa Uwwe ini, disana sudah berkumpul banyak masyarakat, dan menyampaikan bahwa mereka datang di Perusahaan tersebut karena menuntut hak mereka yang belum diselesaikan pihak Perusahaan.” Beberapa perwakilan kelompok tani saya tanya kenapa berkumpul disini, mereka jawab bahwa mereka menuntut hak mereka yang belum diselesaikan pihak perusahaan, harga sawit mereka  sekira Rp.40 M belum dibayarkan,” Urai Aras.

Saat itu, sebut H.Aras Tammauni, dirinya langsung rapat dengan pihak Perusahaan dan  perwakilan  kelompok tani, dirinya menyampaikan kepada pihak perusahaan bahkan kata dia langsung menghubungi pihak manajenen Perusahaan di Jakarta dan Medan.” Saya sampaikan di rapat dan bahkan saya hubungi pihak manajemen perusahaan di Jakarta dan Medan, saya tanyakan kenapa bisa tidak dibayarkan sawit masyarakat, mereka sampaikan agar dimaklumi karena harga CPO masih tersendat belum terbayarkan semuanya, itu kata mereka,” Timpalnya.

Kemudian masih kata H.Aras Tamnauni, dirinya kembali meminta pihak Perusahaan jangka waktu bisa dibayarakan tunggakan harga sawit masyarakat tersebut.” Saya sampaikan lagi ke mereka kapan kira-kira tunggakan harga sawit tersebut bisa dibayarkan, namun mereka katakan tidak bisa menentukan waktu kapan bisa dibayarkan karena alasan mereka harga sawit dunia mengalami penurunan harga, atas jawaban mereka saya sampaikan kalau demikian, karena bukan saya berfikir sendiri namun ada masyarakat saya, selaku Bupati  dan orang tua disini untuk sementara perusahaan bapak ditutup untuk sementara, dan ketika perusahaan bapak telah telah menyelesaikan hutang ke masyarakat akan beroperasi kembali,” Papar  mantan kepala desa beberapa periode ini.

Untuk mengamankan keputusan dan kebijakan atas penutupan sementara operasional PT Trinity masih kata H.Aras dirinya telah meminta kepada pihak kepolisian untuk mengamankan sekitar perusahaan.” Untuk mengamankan keputusan dan kebijakan saya, dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kami telah meminta pihak kepolisian untuk berjaga  di area perusahaan,” Imbuhnya.

Mengingat posisi keduanya baik masyarakat maupun pihak perusahaan yang menurut H.Aras Tammauni sebagai pihak-pihak yang penting untuk Kabupaten Mateng, dirinya tidak pernah berniat dan bermaksud untuk merugikan perusahaan.” Dengan lenutupan sementara tersebut sesungguhanya, tidak ada niat dan hak kami untuk merugikan perusahaan, dan disisi lain masyarakat juga banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, saya kira ini yang perlu kita pahami bersama,” Tandasnya.

Masih ditambahkan H.Aras Tamnauni, kepada masyarakat dirinya menyampaikan untuk bersabar menunggu  pihak PT Rinity untuk membayarkan tunggakannya, pihaknya telah memberi batas waktu 2 bulan untuk melunasi tunggskan tersebut.” Menyikapi hal ini, saya sampaikan ke petani untuk bersabar menunggu pihak Perusahaan melunasi tunggakannya, Karena kita sudah beri waktu 2 bulan untuk melunasi,” Pungkas Bupati yang juga Tokoh masyarakat Mateng ini(smd)

 

Berita Terkait: