Bersama Unicef, Praktisi Anak Sulawesi Gelar Kegiatan Response On Child In Emergency Protection di Palu

Hajrul Malik Bersama Wawali Kota Palu Sigit Purnomo alias Pasha(photo:repro)

BANNIQ.COM.Palu. Hampir dua bulan gempa yang mengguncang kota  Palu dan Donggala  Sulawesi tengah berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mengembalikan dan memulihkan kondisi palu, Sigi dan Donggala, baik pada korban langsung maupun  juga korban terdampak.

Korban maupun korban terdampak bencana alam, seperti tsunami, Gempa dan liquifaksi Sulawesi Tengah yang paling rentan mengalami trauma dan stress adalah anak anak.

Jika dalam penanganan korban terutama anak anak tidak tertangani cepat, maka bisa menimbulkan dampak buruk jangka panjang pada mental, spritualitas, sosial dan budaya.

Salah satu pendekatan dalam memberikan layanan kepada anak anak yang menjadi korban bencana alam yaitu pendekatan berbasis hak. Pendekatan ini menekankan pada upaya pemenuhan hak-hak anak melalui partisipasi dari semua pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah maupun non pemerintah seperti lembaga swadaya masyarakat, perusahaan dan masyarakat.

Karena itu selama 3 hari dari tanggal 21-23 November , Hajrul Malik selaku praktisi anak di Sulawesi diundang untuk memberikan materi sekaitan perlindungan anak dan peran pemerintah dalam pemenuhan hak anak pada masa darurat.

Kegiatan tersebut  difasilitasi oleh Unicef kerjasama pemerintah kota palu dan yayasan karampuang, wakil walikota palu Sigit Purnomo atau biasa dipanggil Pasha memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan #response on child priotection ini emergency.

Sebagai ketua dewan pendidikan Mamuju dan ketua Pokja Program Pencegahan pernikahan usia anak Mamuju diminta sharing informasi dan materi penangan dan pemenuhan hak anak yang menjadi model di Mamuju.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait terutama pemangku kepentingan, seperti Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kota palu, Dinas kependudukan dan catatan sipil kota palu, dinas sosial kota palu, koordinator pengungsi di 9 titik pengungsian yang ada, NGO palu yang bergerak di bidang pemberdayaan anak, seni dan budaya, serta aktifis dari luar daerah lainnya. Hadir kementerian sosial, Unicef dan PLAN atau Yayasan PLAN Internasional Indonesia.
Selama 3 hari terjadwal, 21 di palu, 22 di Kabupaten Sigi dan 23 di kabupaten Donggala.

“Semua anak anak kita, adalah motto dimana semua pihak harus terlibat memfasilitasi terwujudnya pemenuhan hak-hak anak, baik dalam musim normal apalagi dalam situasi pasca bencana,” Pungkasnya.(rils/S)

Berita Terkait: