BI Ajak Pemangku Kepentingan, Bersama-Sama Tumbuhkan Ekonomi Sulbar

Banniq.Com.Sulbar.  Guna mewujudkan pertumbahan dan penguatan ekonomi di Provinsi Sulbar secara baik, Bank Indonesia Perwakilan Sulbar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk saling bersinergi dan membangun harmonisasi dalam memacu dan mempercepat pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulbar. Demikian  disampaikan Kepala Perwakilan BI Sulbar , Dadal Angkoro, saat membuka kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulbar, yang dihadiri Sekkab dan Pimpinan OPD bidang Perekonomian Se Sulbar, di Hotel D Maleo Mamuju, Selasa(20/3/2018).

Untuk mewujudkan pertumbuhan Ekonomi yang cepat di Sulbar dan lebih baik kata Dadal, Bank Indonesia tidak bisa menjalankanya sendiri, tetapi harus didukung oleh semua pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Sulbar, baik Kabupaten maupun di Tingkat Provinsi. ” Pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Provinsi Sulbar, dapat diwujudkan bila semua pemangangku kepentingan baik di Kabupaten mauoun di Provinsi untuk membantu BI, karena BI tidak bisa mewujudkannya sendiri,” Ujar Dadal.

Meskipun pertumbuhan Ekonomi Sulbar cukup baik di Tahun 2017, yakni sekira 6.63 % yang melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 6.0% sebut dadal,  perekonmian sulbar  harus tetap didorong dengan bertumpu pada peningkatan potensi dan produktivitas pertanian sebagai sektor utama pendorong pertumbuhan Ekonomi Sulbar.” Pertumbuhan Ekonomi kita di Sulbar cukup baik di Provinsi Sulbar di tahun 2017 yang tumbuh sekira 6.63%, tetapi kita perlu lebih meningkatkannya melalui peningkatan potensi dan produktivitas sebagai pendorong utama pertumbuhan Ekonomi di Sulbar,” Timpal dadal.

Peningkatan potensi pertanian, Masih kata Dadal tentu tidak saja berorientasi pada perluasan areal persawahan tetapi juga harus digenjot peningkatan produktivitas padi yang masih berkisar pada angka 4 sampai 5 ton perhektar.” Sebagai sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi di Sulbar, sektor pertanian harus digenjot, baik melalui peningkatan luasan areal persawahan, ataupun melalui peningkatan produktivitas  padi, yang saat ini masih berkisar pada angka 4 sampai 5 ton perhektar,” Pungkasnya(smd)

Berita Terkait: