Bidan Diharap Lebih Kompeten Dan Selaras Dengan Visi Misi MP3

Banniq.com, Majene

Dalam menjalangkan profesinya seorang Bidan tentunya memegang teguh amanat undang – undang. Bidan merupakan mitra perempuan dan menjadi role model bagi keluarga.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menetapkan bahwa bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.

Menurut Undang-undang No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan bidan adalah tenaga kesehatan yang dikelompokkan ke dalam tenaga kebidanan, memiliki kewenangan untuk melakukan pelayanan kesehatan ibu, pelayanan kesehatan anak, dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana.

Hal ini diungkapkan juga bupati Majene Fahmi Massiara saat menghadiri pelatihan Midwifery update pengurus cabang IBI Majene di salah satu Hotel kota Majene, Kamis, 21 September.

“Ini sesuai amanat undang-undang nomor 36 tahun 2014 tertang tenaga kesehatan, bab VI pasal 46, bahwa setiap tenaga kesehatan yang praktik harus memiliki izin termasuk bidan yang menjalankan profesinya,” terang Bupati Majene Fahmi Massiara di D’ Nusabilah belum lama ini.

Menurutnya, dalam keadaan tertentu yakni suatu kondisi tidak adanya Tenaga Kesehatan yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan serta tidak dimungkinkan untuk dirujuk maka seorang bidan dapat memberikan pelayanan kedokteran dan/atau kefarmasian di luar kewenangannya dalam batas tertentu.

Fahmi menyebut, pelayanan kesehatan merupakan sasaran yang ingin dicapai dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada 2016-2021, serta meningkatkan derajat kesehatan dengan indikator angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), sesuai visi misi MP3 Majene.

“Ini merupakan tantangan kita kedepan, karena AKI dan AKB di wilayah kita masih tinggi, itu disebabkan banyaknya persalinan di rumah,” urai Fahmi di hadapan para bidang se-Majene.

Dalam pelatihan tersebut, dihadiri 60 bidan sekabupaten Majene dan menghadirkan sejumlah narasumber serta moderator, yakni, Hj Fatmawti Fahmi, dr Nina Cici Hasnani, Halisah, Nuraeni, Nurma, Hj Nurwan serta beberapa pemateri lainnya. (Cha/smd)

Berita Terkait: