BPKP Tak Temukan Unsur Kerugian Negara di RSUD Sulbar

Banniq.Com.Sulbar. Proses penyelesaian kisruh di RSUD Sulbar,menyusul Mundurnya 17 dokter Ahli di Rumah saki Plat merah itu, Akhirya menemunkan titik terang, pasalnya hasil audit yang dilakukan BPKP Perwakilan Sulbar tidak temukan adanya kerugian negara.
Kepala BPKP perwakilan provinsi Sulbar Arief Ardianto kepada wartawan, Kamis (4//2017 ). mengatakan, bahwa polemik yang terjadi di rumah sakit umum daerah Provinsi Sulbar adalah merupakan miskomunikasi sehingga harus di selesaikan secepat mungkin.
“kalau mengenai hasil audit kami tidak menemukan kerugian negara sehingga saya simpulkan bahwa ini hanya miskomunikasi antara direktur dengan beberapa dokter yang mau mengundurkan diri, polemik ini harus memang ambil langkah secepatnya di selesaikan”.tandasnya.
sementara itu kepala badan pengembangan dan pemberdayaan SDM kementrian kesehatan Usman Sumantri mengatakan bahwa polemik rumah sakit regional sulbar itu adalah merupakan unsur ketidak puasan dalam internal. Kapala badan SDM kemetrian kesehatan itu menilai bahwa pengelolana rumah sakit RSUD prov sulbar itu sebenarnya sudah cukup bagus,karena telah melaksanan kewajiban seperti pembayaran insentip dan dan lain-lain sebagainya. bahkan hingga persoalan obat tersedia ternyata itu sebanarnya memiliki stok yang cukup yang walaupun itu ada obat tertentu tidak tersedia.
“jadi begini polemik RSUD prov sulbar selama ini mungkin pengaruh unsur atas ketidak puasan karena klau lihat dari sisi management cukup bagus, persoalan stok obat-obatan cukup tersedia yang walaupun memang obat-obat tertentu saja tidak ada. ”
Lanjutnya kata usman, bahwa untuk dokter spesialis yang berstatus ASN Dia katakan, tidak boleh seperti itu, misalnya dia seorang dokter spesialis di biayai oleh negara harus bertanggung jawab karena ASN memilliki aturan tertentu yang mengingkatnya.(*)

Berita Terkait: