Dalil Yang Dimohonkan Pemohon Terkait C6 Dan NIK Ganda Lemah Dan Tidak Berdasar

IMG-20170317-WA0022

Banniq.com.Jakarta

Selaku Pihak terkait dalam sidang sengketa Hasil perolehan suara Pilgub Sulbar, Tim Hukum ABM-Enny  kantor hamdan zoelva dan rekanantara lain  Didi supriyanto, SH, Budiman Mubar,SH, M.Hatta Kainang, SH.

Pada laman ini seusai sidang perdana, Hatta menilai bahwa  pokok  Permohonan yg didalilkan adalah NIK  ganda, Suket dan formulir C6 di daerah Matra,Polman dan Majene akan dijawawb secara detail pada persidangan berikutnya minggu depan. ” Insyallah persidangan berikut tanggal 21 Maret pukul 13.00 Wita Kami akan jawab permohonan itu secara lengkap,” Terang Hatta.

Secara material materi yang dimohonkan oleh Pemohon dalam kajian tim Hukum Pihak terkait kata Hatta adalah dalil permohonan yang lazim  didalilkan oleh pemohon pada sengketa pilkada dan itu soal  biasa dan hal yang terlambat di Komplain oleh pemohon karna soal ini sudah diclearkan oleh kpu dan Bawaslu.” Ada catatan kami atas permohonan pemohon Dimana kuasa hukum pemohon mengajukan perbaikan permohonan yang bukan renvoi bagi kami itu adalah perubahan gugatan dan hal ini jelas merupakan pelanggaran ketentuan hukum acara MK  Dimana waktu perbaikan permohonan itu
Sudah lewat dan jelas ini menjadi poin eksepsi kami.
” Bagi kami dalil yang diajukan oleh pemohon lemah dan tidak punya dasar karna  kenapa  baru dipersoalkan, kenapa setelah kalah baru dikomplain   NIK ganda dan C6 yang didalikan belum jelas akan memilih siapa dan itu adalah dalil yang sumir insyallah itu akan kami buktikan nanti dipersidangan,” Tandas Hatta.

Kemudian Mengenai surat yang dibacakan Yusril selaku kuasa Pemohon   terkait pembukaan Kotak suara kata Hatta jelas kuasa pemohon tidak mengetahui aturan  soal buka Kotak untuk kepentingan bukti dipasal 71 PKPU No 11 tahun 2015(samad)

Berita Terkait: