Dampak Erosi Sungai Lariang, Warga Desa Bambakoro Terancam Terisolir

IMG_20160826_073814

Banniq.com.Pasangkayu –

Erosi Sungai Lariang yang terus massif di Desa Bambakoro, Kecamatan Lariang, Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat tak hanya menghabiskan lahan warga. Namun juga salah satu badan jalan desa yang dibangun tahun 2014 juga saat ini sudah terputus.

Kepala Desa Bambakoro, Akib,As’ad, mengatakan, badan jalan yang terputus kali ini adalah salah satu akses yang menghubungkan Desa Bambakoro dengan Desa Batumetoru yang dibangun kembali setelah pernah terputus 2011 lalu.

” Tak hanya menghabiskan pemukiman dan lahan warga, jalan di desa ini juga sudah dua kali terputus karena erosi Sungai Lariang, tapi hingga kini juga tak diperhatiakan pemerintah,” kata Akib di Bambakoro Sabtu (27/8).

Menurut pengamatannya, Desa Bambakoro merupakan titik terparah dari sekian wilayah yang tergerus erosi Sungai Lariang. Erosi di Bambakoro kata Akib, massif dari sejak 2010 lalu. Kerugian material tak terhitung lagi. Ratusan hektar lahan warga ludes kedalam sungai, dari lahan tidur hingga pada kebun kelapa sawit yang sudah produktif.

” Dari sejak 2010 hingga saat ini, sudah tak terhitung kerugian warga akibat pemukiman dan lahan mereka tergerus erosi dan ini kami sudah suarakan berkali-kali lewat media bahkan pernah ditinjau Bupati dan DPRD Matra, tapi sampai sekarang tidak kunjung dibangun tanggulnya,” terangnya.(smd/joni)

Berita Terkait: