Dewan Pakar Dan Tim OPD Bahas Singkronisasi RPJMD Sulbar Hari ini

Banniq.com.Jakarta

Program pembangunan yang tersusun secara proporsional berdasarkan asas efektivitas dab efesiensi, yang singkron dengan RPJMD menjadi Pijakan Pemerintahan ABM-Enny dalam membuat formulasi baru Penyusunan program pembangunan dengan melibatkan beberapa Dewan pakar,. Yang terdiri dari  Profesional,Akademisi, beranggotakan antara lain Dr. HM Said Saggaf yang berprofesi sebagai Konsultan Ilmu Administrasi Negara, Widyaswara LAN Makassar, yang juga mantan Bupati Bantaeng Dan Mamasa, Dr.Ir.H.Syarif Burhanuddin, .M.Eng. Dirjend Perumahan Kemen PU Dan Perumahan,Prof.Dr.Idris DP, Deputi LAN RI, Dr.Syarkawi Rauf,SE.M.Si,Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU) Republik Indonesia, Dr.Yuyun Yundini Husni Djamaluddin,  Dosen STIK-PTIK, Dosen UI dan Staf Khusus Wakapolri, Dr.Suyuti Marzuki, Pegawai Di Kementerian DKP, pakar Manajemen perencanaan Kinerja, Zulfikar Dr. Muchtar, Dr.Farid, dan Prof.Dr.Amri
   Kemudian selain Tim 9 terdapat juga tim kerja (pokja)   Tim 9 H.Muliadi Prayitno,SH Tokoh Pemberdaya Direktur YKPM Makassar, Drs.H.Arifuddin Toppo,Pimpinan Salah satu SKPD Pemkab Polman  ,Drs.H.Amujib,M.Si Pejabat Eselon II  Pemkab Polman,dan Aco Musaddad,SE.
      Hari ini, Sabtu,20/5 Pemprov Sulbar,yang dipimpin langsung Gubernur Sulbar,Drs.H.Alibaal Masdar,M.Si, Didampingi Sekprov,Drs.H.Izmail Zanuddin,M.Pd.dan Pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, melalukan pertemuan dengan Dewan pakar di kawasan Senayan Jakarta.
     Gagasan pertemuan tersebut pada intinya, kata Gubernur  Sulbar Drs.Ali Baal Masdar, M.Si,Dalam sambutannya menyampaikan bahwa Berpijak pada dasar untuk melanjutkan pembangunan di Sulbar, yang bukan lagi menulai dari Nol karena Sulbar Kata ABM sudah berusia 13 tahun yang telah dibangun para pendahulu baik PJ Gubernur maupun Gubernur Defenitif.
   Untuk percepatan pembangunan tersebut masih kata ABM kita perlu berfikir dan bekerja secara bersama-sama karena jika berfikir dan bekerja secara bersama-sama pasti hasilnya lebih baik.” Pembangunan Sulbar tidak lagi kita star dari nol, tetapi melanjutkan pembangunan yang telah dirintis pemimpin sebelumnya, kemudian hari ini kita duduk bersama dengan dewan pakar dan tim kerja, berdasar pada prinsif bahwa semakin banyak orang berfikir dan bekerja maka hasilnya akan lebih baik,” Ujarnya.
    Kemudian hasil rumusan yang nantinya dihasilkan dari pertemuan antara Dewan Pakar dan OPD hari ini selanjutnya akan diseminarkandan akan disampaikan ke DPRD.Hasil rumusan tersebut juga dapat menjadi bahan untuk disampaukan ke Pemerintah pusat yerkait capaian-capaian yang telah dicapai nanti.” Hasil rumusan ini nanti selanjutnya akan diseminarkan yang selanjutnya  Disampaikan ke DPRD,” Pungkas Mantan Bupati polman ini.
    Menyikapi regulasi terkait penyusunan RPJMD Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih,yang harus dibuat paling lambat 6 bulan setelah terpilih,kata Sekprov Sulbar pada kesempatan tersebut bahwa secara normatif ada 4 fase yang harus dibuat oleh Pemprov saat ini yakni,RJPMD, Renstra SKPD, Renja Tahunan dan RAPBD.” Empat komponen ini yang harus disiapkan untuk menghasilkan program pembangunan di APBD tahun 2018 nanti,” Jelas izmail.
       Pada kesempatan yang sama,dewan pakar Dr.yundini Husni Djamaluddin, menilai pentingnya menyusun konsep kerja dari ikon malaqbiq.” Malaqbiq ini adalah sebuah konsep kerja yang harus kita jadikan pijakan untuk membangun sulbar yang lebih baik, sama seperti konsep gammbatte di Jepang  yang berarti  yakni berjuang dan berjuang, seperti itu semestinya Konsep malaqbiq ini kita laksanakan,” ujar Dosen PTIK ini.
    Dewan pakar lainnya, Dr. Muh Idris,juga menyampaikan bahwa untuk mewujudkan visi misi Gubernur Dan Wagub Sulbar harus dilaksanakan secara cepat.” Untuk mewujudkan visi misi pak Gubernur dan Wakil Gubernur sulbar, tidak bisa dilakukan dengan hal yang biasa-biasa saja tapi speadnya harus cepat,”  ujar Deputi LAN RI ini.
    Kemudian Kaban Riset Dan SDM Kementerian DKP .Zulfikar muchtar, yang juga anggota dewan pakar juga menyatakan kesiapan untuk mengsupport Pembangunan Sulbar dalam pemerintahan ABM terutama untuk lebih memaksimalkan potensi perikanan Sulbar.” Kami siap memberi support untuk membangun sulbar yang dilaksanakan Pemerintahan ABM-Enny,terutama untuk pengembangan potensi Kelautan dan Perikanan Sulbar,” Beber Ketua Alumni Sarjana Perikanan Se Indonesia ini.
     Sementara itu, Staf Kemeterian DKP lainnya Dr.Suyuti Marzuki, memandang bahwa Rancangan RJPMD  sulbar masih belum menyentuh konten masih  jauh dari nilai scientifik.” Sebaiknya Rancangan RJPMD Sulbar ini harus lebih mengandung nilai Scientific, saya mencermati rancangan RJPMD ini, sisi Scientific belum tersentuh,” Ujar  Doktor Perencanaan Alumni  salah satu Universitas di Inggris ini. “
   Kemudian Mantan Bupati Mamasa dan Bantaeng yang kini menjadi pengajar Widyaswara Dr.Said Saggaf lebih menyoal pentingnya kesiapan data perencanaan dimulai di tingkat bawah yakni di desa , karena selama ini aspek perencanaan yang paling lemah adalah perencanaan di tingkat desa, itulah yang perlu diperbaiki, ke depan ”   Data untuk RPJM yang paling lemah adalah tingkat desa,karena tidak pernah ditatar aparat desa membuat perencanaan,” Ujar Said Saggaf.
  Kemudian guru besar ekonomi Unhas, prof.Dr. Amri,SE .MA juga menyatakan kesiapannya untuk membangun sulbar terutama dalam pemberdayaan investor swasta.” Kita perlu mendorong swasta untuk lebih progres untuk mendorong swasta untuk berinvestasi untuk menumbuhkan ekonomi,” pungkasnya.(samad)

Berita Terkait: