Di Kegiatan Coffe Morning, Polda Akui Telah Selidik Kasus Dugaan Penipuan CPNS


BANNIQ.COM.Sulbar. Polda Sulbar kembali menggelar kegiatan Coffe Morning dengan awak media yang bertugas di Mamuju, Selasa, 27 Nopember 2018.
Kegiatan ini merupakan acara rutin Polda Sulbar dan Wartawan dengan maksud memberi kontribusi untuk  mendukung pembangunan sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di Sulbar.

Coffee Morning ini  yang dilaksanakan di Warkop 185 iji dihadiri langsung  Kapolda Sulbar, para Pejabat Utama, Pimred dan Wartawan yang ada di Kabupaten Mamuju.
Sama seperti pelaksanaannya sebelumnya, kegiatan tersebut diwarnai dengan bincang santai membahas permasalahan Kamtibmas yang terjadi di Wilayah sehingga ada solusi untuk penanganannya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol.Drs.Bagaruddin Djafar,  menyampaikan tentang situasi kamtibmas priode September dan Oktober 2018 baik kasus kejahatan kriminalitas maupun kejadian lalu lintas.

“Alhamdulillah Kejahatan mengalami penurunan sebesar 20 kasus atau turun -9 %, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu september. Hal ini tentunya tidak terlepas dari partisipasi seluruh pihak khususnya media dalam memberikan informasi,” Ucapnya.

Untuk penyelesaian perkara, lanjut Baharuddin,  mengalami peningkatan sebanyak 20% atau 21 kasus dan Alhamdulillah kasus menonjol menurun 6 kasus atau -13%.
” Dan untuk  kasus Laka lantas mengalami peningkatan sebesar 6 kasus atau 14% hal ini tentu karena kurangnya kesedaran berkendara dalam menaati aturan berlalu lintas, ” Imbuhnya.

Coffe Morning tersebut, juga diwarnai tanya jawab wartawan dengan Kapolda dan jajarannya, yang dalam sesi tanya jawab tersebut seperti kasus BBM, CCTV, APK dan Pendaftaran CPNS bagaimana langkah mengatasi penipuan.

Terkait dengan masalah-masalah tersebut, seperti BBM khususnya di pertamini yang melakukan pengambilan bahan bakar berlebih sehingga BBM di pertamina cepat habis, Kapolda berjanji akan melakukan pengawasan yang lebih intensif dan meminta pihak pertamina untuk memprioritaskan pengendara umum dari pada jerigen.

Sementara itu, mengenai permasalahan CCTV, APK dan Penipuan CPNS Kapolda juga mengakui Polda  telah  melakukan penyelidikan. Kemudian Khusus APK kata Baharuddin, sampai saat ini masih di pihak jaksa dan perkembangannya akan kami informasikan.(rils/s)

Berita Terkait: