Dinilai Tak Taat Asas dan Tak Berkepastian Hukum, Hasil Seleksi Calon Anggota Bawaslu Sulbar Minta Dibatalkan

BANNIQ.COM.Sulbar. Hasil seleksi calon Anggota Bawaslu Sulbar yang telah diumumkan oleh Timsel pekan lalu, masih menuai protes.

Protes tersebut disampaikan Masram, seorang pemerhati Sosial politik di Sulbar, melalui laporan atas hasil pelaksanaan seleksi calon anggota Bawaslu Sulbar yang telah ditetapkan Timsel Calon Anggota Bawaslu Sulbar  kepada Bawaslu RI.

Melalui rilis eloktronik yang disampaikan melalui Waatshaap, Sabtu(9/6/2018) Masram menjabarkan bahwa ada beberapa item yang dilakukan timsel yang tidak taat asas dan tidak berkepastian hukum sebagaimana tertuang dalam pedoman pembentukan Bawaslu masa tugas 2018-2023.

Item-item tersebut antara lain sebut tokoh pemuda perjuangan Pembentukan Provinsi Sulbar ini,  bahwa pada tanggal 25 Mei  melalui Pengumuman bernomor 001/timsel/Bawaslu/V/2018, yang dinyatakan lolos tes psikologi dan cat sebnyak 8 orang atau 4 kali kebutuhan pada seleksi berjalan  bawaslu yakni 2 orang,

Bahwa pada tanggal yang sama timsel mngumumkan mlalui pngumuman nomor 013/ Timsel/C/Bawaslu/V/2018 menjadi 20 yang kembali mengacu pada kebutuhan yang dihitung dari jumlah anggota Bawaslu prov Sulbar sebanyak 5 orang

Bahwa padadtanggal 5 juni..2018 melalui pmgnumuman nmor 17/Timsel Bawaslu/ Prov Sulbar,/VI/2018 tentang pengumuman nama-nama  calon yang lulus tes lesehatan dan wawncara sbnyak 4 orang atau 2 kali kbutuhan dengan kmbali menghitung kebutuhan pada seleksi berjalan yakni 2 orang.

Bahwa timsel tidak mmperhatikan rekam jejak calon sehingga dalam pe gumuman sebgaimana dimaksud pada poin C terdapat nama-nama  yang pernah dijatuhi sanksi dari  DKPP karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik sebagsi penyelenggara pemilu,  yakni  Fitrineka dan Ardi Trisandi

Bahwa ketidak konsistenan tim seleksi  dalam mengambil.keputusan sebagaiman pada poin a,b dan c serta dengan meloloskan calon sebagaimana dimksud, adalah tindakan yang tidak taat asas, tidak berkepastian hukum,tertib, efektif dan efisien  sebagaiman pedoman pembntukan bawaslu provisi  masa tugas 2018-2023

” Berdasar hal tersebut saya menyarankan dan memohon kepada Bawaslu RI  untuk membatalkan hasil seleksi calon anggota Provinsi sulbar,” Terangnya.

Saran lainya sebagaimana tertuang dalam laporan tersebut, agar Bawaslu RI tidak melakukan uji kepatutan dan kelayakan nama-nama calon anggota Bawaslu Sulbar, juga disarankan agar mendiskualifakasi calon anggota bawaslu sebagaiman dimksud pada poin C.

Terkait laporan masyarakat ini, Ketua Timsel Calon Anggota Bawaslu Sukbar,Dr.Rahmat Muhammad, yang dimintai tanggapannya via WA,belum memberikan respon hingga berita ini diposting(sd)

Berita Terkait: