Direktur CV Rafli Pertanyakan Lambatnya Penerbitan IUP OP

 

Banniq.Com.Karossa. Cv Rafli, Perusahaan Pemilik Izin Ekpslorasi Tambang Galian C Berdasarkan izin Yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Sistim Pelayanan Terpadu  Satu Pintu( DPMSPT) dengan SK Gubernur Sulbar, Nomor .096/76/IUP.PTSP.A/VIII/2017, dengan luasan 24.4 HA. beralamat Di Dusun Durikumba Desa Karossa, Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah.

Meskipun Izin Eksplorasi sudah dikantongi, Namun Izin Usaha Operasi Produksi (IUP OP) masih tergantung di Provinsi, padahal syarat pengajuan izin Usaha Produksi sudah diajukan sejak Bulan Agustus tahun lalu, dan pihak DPMSTP Sulbar telah menyatakan persyaratan pengajuan sudah lengkap. Namun sampai saat ini IUP OP tersebut belum terbit sampai Sekarang.” Semua syarat dan prosedur terkait pengusulan IUP OP  itu saya sudah lengkapi semua, termasuk Dokumen Amdal dari Unhas, tetapi sampai saat ini tak kunjung terbit, Saya bertanya ke Provinsi mereka bilang masalah ada di Kabupaten, pokoknya mereka saling tunjuk pak,” Papar Direktur CV Rafli, Ashari Latif alias Brekele, Minggu ( 11/3/2018).

Brekele menambahkan, sebaiknya pihak terkait harus memberi Jawaban yang jelas atas keterlambatan IUP OP tersebut, Agar diketahui apa masalahnya karena semua syarat dan prosedur sudah diikuti jangan pihak Provinsi dan Kabupaten saling melempar tanggung jawab.Dirinya juga sufah bersurat ke Gubernur terkait keterlambatan terbitnya IUP OP tersebut.” Saya sudah bersurat ke Gunernur Sulbar terkait masalah ini tapi belum ada jawabannya sampai saat ini,” Ungkapnya lagi.

Masih Brekele, dirinya juga mempertanyakan kebijakan Pihak Pemkab Mateng yang menerbitkan rekomendasi pengusulan Izin ke Pihak lain dengan titik kordinat lokasi izin Perusahaannya.” Ini juga saya pertanyakan kenapa pihak Pemkab Mateng, menerbitkan rekomendasi ke Pihak lain dengan titik kordinat yang sama dengan izin Eksplorasi saya,” Timpalnya.

Lebih jauh ia berharap agar masalah ini segera diselesaikan, karena disitu terkait mata pencaharian masyarakat, jika masalah ini berlarut masyarakat yang menggantungkan hidup di penambangan galian tersebut akan kehilangan mata pencaharian, Dan bilamana ini tidak diperhatikan dirinya akan menyurat ke Presiden Melalui Kementerian ESDM” Saya berharap masalah ini segera diselesaikan, karena di sana banyak masyarakat menggantungkan hidup, dan jika tidak ada Perhatian saya akan menyurat ke Presiden melalui kementerian ESDM,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas DPMSTP Sulbar Amir Maricar via Telpon mengakui bahwa tidak terbitnya IUP CV Rafli terkendala di Kabupaten dan menunggu  rekomendasi dari  Dinas ESDM.” Masalahnya ada di Kabupaten, saya sudah sampaikan ke Pihak Dinas Kabupaten Mateng untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita juga menunggu rekomendasi dari Dinas ESDM, nanti saya kordinasikan kembali,” pungkasnya.(smd)

 

 

Berita Terkait: