DKP Mateng Terus Maksimalkan Pemberdayaan Nelayan

Kabid Perikanam Tangkap DKP Mateng, I Made Kardiana,SE (photo:smd)

Banniq.Com.Topoyo. Upaya pemberdayaan Nelayan yang jumlahnya sekira 900 orang yang tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju Tengah,khususnya untuk nelayan tangkap, terus mendapatkan sentuhan pemberdayaan baik penyediaan Asuransi Nelayan(Asnel), Pengadaan Sarana dan prasarana tangkap seperti Perahu untuk kelompok nelayan maupun pemberdayaan peningkatan kesadaran Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DInas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mateng, I Made Kardiana,SE, Kamis(19/4/2018) menjelaskan, untuk kartu nelayan terus didaftar setiap ada permohonan dari Nelayan, Karena belum ada kartu Permanen yang diterbitkan pihak Asuransi Jasindo, mereka untuk sementara dibuatkan dalam bentuk biasa.” Sampai saat ini kami telah terbitkan sekira 1318 untuk kartu nelayan, dan Kartu Asuransinya sebanyak 838 orang, kartu nelayan untuk sementara kita cetak biasa sambil menunggu Kartu Permanen yang diterbitkan oleh Pihak Asuransi Jasindo, Cabang Sulteng yang bekerjasama dengan DKP Mateng,” Urainya.

Kartu tersebut nantinya sambung I Made Kardiana, akan berubah nama menjadi Kartu Kusuka.” Data kartu nelayan akan beremigrasi ke Kartu Kusuka, di kartu Kusuka tersebut nantinya akan tercantum profesi khusus nelayan, misalnya nelayan tangkap, Pembudidaya maupun pedagang ikan,” Timpalnya.

Untuk pemberdayaan aspek prasarana Untuk nelayan tangkap, sebut I Made, tahun ini DKP Mateng Programkan pengadaan kapal tangkap untuk kelompok nelayan tangkap.” Tahun ini DKP mengadakan penyediaan Kapal motor tangkap, tapi sifatnya bantuan untuk kelompok nelayan tangkap,” Imbuhnya.

Masih kata Kepala Bidang yang terbulang muda ini, untuk kesadaran beeusaha bagi nelayan di Mateng, pihak DKP juga terus Menggalakkan pembentukan Kelompok Usaha Bersama.” Setelah kami di Bidang ini, sudah ada 20 KUB yang terbentuk di Mateng, KUB adalah wadah bagi nelayang untuk mengembangkan kreatifitas berwirausaha yang berhubungan dengan kebutuhan nelayan,” Pungkas Kabid yang mantan Aktivis ini.(smd)

 

Berita Terkait: