DPM-PTSP Sulbar Terus Berbenah untuk Predikat yang Lebih baik.

BANNIQ.COM.Sulbar.Dinas Penanaman Modal dan Sistim Perizinan Satu Pintu(DPM-PTSP) Provinsi Sulawesi Barat terus berbenah untuk merubah predikat dari raport merah dari aspek pelayanan perizinan, namun untuk capaian aspek Penanaman Modal DPM-PTSP Sulbar merupakan capaian tertinggi di Indonesia, dari target Rp.2.1 Triliun yang diberikan oleh BKPM terealisasi sebesar 2.8 Triliun.

Kepala Dinas DPM PTSP Sulbar,H.Bahtiar,SE;M.Si(photo:bnq

Dari aspek pelayanan perizinan, kata kepala Dinas DPM-PTSP Sulbar, H.Bahtiar.SE;M.Si, Kamis(21/2/2019) pihaknya telah melakukan pembenahan-pembenahan, antara lain infra struktur pelayanan perizinan seperti kantor dan prasarananya.
” Sejak saya masuk di sini, kami telah melakukan berbagai pembenahan untuk merubah predikat raport merah yang kita terima dari aspek pelayanan perizinan, seperti pembenahan kantor yang dulunya masih menyatu antara Perizinan dan penanaman modal, sekarang kita sudah pisahkan,” Terang mantan kadis Koperindag Sulbar ini.

Pembenahan lainnya yang terus dilakukan sambung Bahtiar, yakni penerapan maksimal sistim pelayanan satu pintu yang sesuai peraturan perundang-undangan yang ada OPD teknis yang terkait perizinan harus punya loket atau unit di PTSP.
” Hal lain yang kita juga tersusun benahi penerapan optimal sistim satu pintu tersebut, sesuai aturan OPD teknis yang terkait Perizinan harus punya loket atau unit di PTSP sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang prima ke masyarakat,” Timpalnya.

Untuk itu sebut kadis yang matang pengalaman dalam pengelolaan pendapatan sewaktu menjadi Kadis Dispenda Sulbar ini, dinasnya sudah menyampaikan usulan ke Gubernur untuk penerbitan Pergub terkait maksimalisasi Penerapan. Sistim pelayanan satu pintu tersebut.

” Seperti di Sulsel mereka juga menggunakan Pergub, karena bila ada sesuatu yang belum tercantum terkait pelayanan perizinan dalam pasal di pergub tersebut, mudah dirubah, bila Perda kita harus menunggu 5 tahun untuk merubahnya,” Tandasnya.

Variabel lainnya yang menjadi bahagian penilaian tentang kinerja DPM-PTSP sebagai Indonesia yakni penerapan sistim IT dalam pelayanan perizinan.Hal ini juga masih kata Bahtiar masih belum maksimal mengingat kondisi masyarakat yang mengurus perizinan sebagian masih belum dapat menerima sistim tersebut.

“Kalau sistim ini sebetulnya kami sarankan di pertemuan di Bali belum lama ini, bahwa untuk penerapan sistim IT harus dikondisikan dengan masyarakat yang ada di daerah tersebut, seperti kita yang ada di Sulbar, yang mengisi form yang manual saja kita masih tuntun karena yang memang kita layani seperti perizinan nelayan, tambang pemula dan lain-lain,” Tegasnya.

Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan tersebut tambahnya, pihaknya berharap DPM PTSP Sulbar dapat naik predikat dari merah menjadi kuning dan hijau.|smd.

Berita Terkait: