Efek Strukturisasi Kelembagaan Baru, Disbun Dan Distanak Sulbar Bakal Merger

20160918_065047

Banniq.com.Sulbar

Perubahan Struktur Kelembagaan lingkup Pemerintahan Di Daerah berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Struktur Kelembagaan, mengakibatkan brberapa SKPD yang mulanya otonom akhirnya terpaksa bergabung  dengan SKPD lain yang serumpun, seperti Perkebunan dan Pertanian.Meskipun efeknya dari aspek pengelolaan urusan kewenangan tersebut salah satunya ada yang dirugikan, karena secara potensial perkebunan di Sulbar hsrus menjadi Dinas tersendiri.” Di PP Nomor 18 2016, ada pengecualian bila potensi urusan pilihan bersangkutan memungkinkan untuk  sendiri itu dapat dibentuk tersendiri kelembagaannya,” Terang Kasi  Kasi Promosi Dan Pemasaran Produk Disbun Sulbar, Ir.Kimoto Bado, Jumat.15/9.

Untuk  upaya tersebut, kata Kimoto minggu depan Disbun bersama Pansus Kelembagaan DPRD Sulbar akan berkonsultasi dengan Kementan  dan Kemendagri di Jakarta terkait kemungkinan dibentuknya Disbun tersendiri di Sulbar mengingat  potensi perkebunan yang begitu besar di Sulbar.” Berdasarkan pasal pengecualian tersebut, kami akan menghadap Kementan Dan Kemendagri di Jakarta, bersa pansus Kelembagaan DPRD Sulbar, untuk berkonsultasi tentang kjemungkinan dibentuknya Disbun tersendiri di Sulbar,” Pungkas Kimoto.

Secara terpisah, Kadistanak Sulbar, Ir.H.Hamzah,MMA. Mengatakan bahwa berdasarkan skoring sesuai yang dipersyaratkan pada PP 18 Tahun 2016,dimana poin untuk Distanak dan Disbun Sulbar, dibawah 900, maka berdasarkan PP tersebut, Disbun dan Distanak bakal melebur.” sesuai skoring yang berada dibawah  level 900, berdasarkan Ketentuan Pada PP Nomor 18, maka Dibun dan Distanak pasti disatukan, kecuali jika tidak berdasar pada PP 18,” Urai Hamzah.

Penggabungan atau tidak digabungnya Disbun dan Distanak kata Hamzah memang ada plus minusnya, plusnya untuk kordinasi urusan di pusat itu akan lebih mudah karena satu kementerian, tapi kekurangannya ya beban pengelolaan urusannya, dimana potensi keduanya di Sulbar memang besar.” jika kita lihat dari plus/minusnya memang ada, jika digabung memudahkan kordinasi, tetapi minusnya beban pengelolaannya yang potensinya sama’sama besar di Sulbar, ” Demikian Hamzah.(smd)

Berita Terkait: