Gubernur ABM, sebut Kerjasama antara Sulbar dan Kalsel adalah untuk Saling Menutupi Kekurangan Komoditas Masing-masing.

Banniq.Com.Sulbar. Kerjasama  Pengembangan potensi Daerah antara Pemprov Sulbar dengan Pemprov Kalsel Malam ini, Jumat ( 9/3/2018) telah resmi dilaksanakan melalui Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Kesepahaman (MOU) dengan para pihak, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dan Wakil Gubernur Kalsel  Rudi Resnawan, di Rujab Gubernur Rangas Mamuju.

Kegiatan penandatanganan MUO tersebut diawali dengan Jamuan Makan Malam yang dihadiri Oleh Gubernur Sulbar Alibaal Masdar, Wagub Kalsel Rudi Resnawan, Kapolda Sulbar,Brigjend Pol Drs.H.Baharudfin Djafar, Ketua Komisi IV beserta Anggota DPRD Sulbar, H.Arman Salimin, H.Sudirman,  Pimpinan beberapa OPD pemprov Sulbar dan 11 Pimpinan OPD Pemprov Kalimantan Selatan.

Gubernur Sulbar Alibaal Masdar (ABM) pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa penandatangan kerjasama antara Pemprov Sulbar dan Kalsel merupakan bentuk Kerjasama untuk saling menutupi kekurangan Komoditas masing-masing di Dua Provinsi misalnya Sulbar yang memiliki produk unggulan seperti Kakao dan kopi dan di Kalsel komoditas ini kurang nah itulah yang akan dibawa dalam bentuk kerjasama untuk saling menutupi dan melengkapi komoditas yang kurang di provinsi masing-masing.” Ini relevan apa yang disampaikan Bapak Presiden waktu kami pertemuan di Bandung, dimana beliau menganjurkan untuk saling bekerjasama antar provinsi yang bertujuan untuk saling menutupi kekurangan Komoditas di masing-masing Provinsi,” Papar ABM.

ABM menambahkan komoditas yang dimiliki Sulbar dan tidak dimiliki atau kurang dimiliki Kalsel seperti Beras, Kakao, Kopi, Kambing, Sapi dan Jagung, ” Komoditas-komoditas yang dimiliki Sulbar tersebut  yang dapat dikerjasamakan dengan Kalimantan Selatan,” Ujar ABM lagi.

Untuk teknis kerjasama itu nanti, akan dijalankan oleh BUMD dengan suffort data dan administrasi dari OPD Terkait.” Karena Pemerintah tidak mungkin berbisnis, Nanti akan dijalankan BUMD, OPD terkait hanya menyiapkan data dan administrasi yang dibutuhkan,” Tandas nya.

Sementara itu,Wakil Gubernur Kalsel Rudi Resnawan, mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang berhalangan hadir karena menjadi Jurkam Partai Golkar di Tiga Kabupaten di Kalsel yang berpilkada serentak tahun ini.” Sedianya bapak Gubernur sendiri yang akan hadir,namun karena ada kepentingan lain sebagai ketua DPD partai Golkar,  beliau tidak dapat hadir karena menjadi Jurkam untuk kandidat Golkar yang Maju di 3 Kabupaten/Kota di Kalsel,  namun ia berjanji akan tetap ke sini pada kesempatan lain untuk menemui saudaranya di sini,” Ujarnya.

Menanggapi MOU yang telah ditandatangani, Rudi Resnawan mengatakan kerjasama antar daerah aturannya jelas di Pasal 363 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, dan MOU tersebut akan menjadi payung hukum untuk tindak lanjut kerjasama yang lebih teknis.” MOU ini sebagai payung hukum untuk kerjasama yang lebih teknis dengan OPD terkait, misalnya potensi yang tidak atau kurang pada kami seperti Daging sapi, kakao dan daging kambing serta kopi, nah komoditas inilah yang perlu dikerjasamakan,” Paparnya.

Di tempat yang sama, Direktur BUMD Sulbar, Arifin Raseng sangat mengapresiasi MOU antara pemprov Sulbar dan pemprov Kalsel, selanjutnya pihak BUMD yang diharapkan oleh Gubernur Sulbar untuk melaksanakan secara teknis kerjasama tersebut.” Yang jelas prinsif kerjasama ini adalah win-Win Solution, keduanya harus saling menguntungkan, untuk tahap awal BUMD akan mengkaji dan mengsurvey komoditas apa saja yang berpotensi untuk dikerjasamakan, kemudian antar OPD akan menjalin. Teknikal komunikasi dan kedua BUMD akan melakukan teknikal bisnis,” pungkasnya(smd)

 

 

Berita Terkait: