Gubernur Ingin Manajemen Rumah Sakit Lebih Baik, dengan Bentuk BLUD

Gubernur Sulbar,Drs.HM Alibaal Masdar saat memantau salah satu ruangan di RSUD Sulbar, didampingi Dirut RSUD Drg.Hj.Hartini(photo:bnq)

BANNIQ.COM.Sulbar.Rumah sakit Umum Regional Provinsi Sulawesi Barat dengan bangunan yang megah di Simbuang Mamuju,dengan veuw panaroma laut yang menawan, saat ini tengah berpacu untuk memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Di balik itu, pelayanan yang diberikan kepada  Masyarakat saat ini belum bisa diberikan secara maksimal, karena terhadang oleh beberapa kendala.

Hal  tersebut disampaikan oleh direktur RSU Regional Sulbar,Drg.Hj.Hartini saat dialog Tenaga kesehatan RSU Regional dengan Gubernur Sulbar,Drs.HM Alibaal Masdar, Rabu(27/1/2019/ di Aula RSUD Provinsi Sulbar.

Hartini menjelaskan, pengelelolaan  RSUD Sulbar selama ini masih terkendala oleh beberapa hal antara lain dokter spesialis yang masih kurang, beberapa dokter yang belum kembali setelah pendidikan, kurangnya tenaga ASN yang mengelola Administrasi.

” Kami  perlu sampaikan kepada pak gubernur bahwa kendala- kendala yang masih kita hadapi dalam aspek pelayanan, yakni masih kurangnya dokter spesialis, tidak adanya formasi pegawai yang dibutuhkan Rumah sakit pada seleksi CPNS tahun 2018,” Bebernya.

Kemudian dari aapek sarana dan prasarana Rumah sakit, Hartini juga menyampaikan bahwa pihak Rekanan yang membangun RSUD Sulbar, masih perlu melakukan pembenahan dan penyelesaian pembangunan.

” Kendala lainnya yang masih kita alami yakni penyelesaian  pembangunan area rumah aakit oleh Pihak ketiga yakni PT Nindya Karya, seperti kattingan lahan dan pembenahan beberapa saranas fisik Rumah sakit lainnya,” Imbuhnya.

Kemudian   sarana pendukung lainnya yang masih kurang sambung Istri Kadis Kesehatan Sulbar ini, tempat istirahat keluarga pasien atau Guest House, kendaraan operasional  dan rumah dinas dokter speaialis  yang juga masih kurang.

Kemudian Untuk aspek yang lebih teknist yakni pengelolaan sarana dan prasarana Radiolaogi sebagai bahagian penting dari.sebuah rumah sakit juga masih memiliki kendala.

Pejabat pengelola Ruang Radiologi RSUD Sulbar, Andi Ratu menjelaskan bahwa peralatan di Ruang Radiologi seperti CT Scan dan lain-lain belum bisa dioperasikan karena masih ada instrumen lain dari peralatan tersebut yang belum dilengkapi oleh pihak ketiga yakni Pihak PT Nindya Karya, olehnya dirinya berharap agar pihak manejemen Rumah sakit untuke menyampaikan ke pihak PT Nindya Karya.

Selain itu, kata Tenaga kesehatan yang berlatar psikawan medis ini, SDM pengelola Ruang Radiologi yang juga masih minim dan belum dapat memberikan pelayanan maksimal.

” Ke depan kami berharap penambahan SDM pengelola Ruang radiologi, teriutama untuk pengoperasian peralatan, juga perlunya penambahan dokter ahli Radiologi, karena dengan jumlah dokter ahli radiologi yang hanya satu tidak berbanding dengan beban kerja yang dihadapi di Bahagian Radiologi,” Pungkasnya.

Merespon saran dan masukan yang disampaikan oleh Direktur dan Tenaga kesehatan RSUD Sulbar, Gubernur Sulbar Drs.HM Alibaal Masdar, yang lebih akrab disapa ABM ini berjanji untuk membangun  menyelesaiakan masalah-masalah yang dihadapi oleh Manajemen Rumah sakit.Ia meminta kepada Pihak Direktur untuk membuat kajian dan rincian yang lebih khusus terkait permasalahan yang dihadapi.

” Apa yang telah disampaikan tadi, kami meminta kepada pihak Direktur untuk.membuat kajian dan telaah yang rinci dan detail terkait semua permasalahan yang dihadapi, nantinya dengan kajian itu kita akan dapat menuntaskan masalah yang dihadapi,” Ujar Mantan Bupati Polman dua periode ini.

Ditambahkan ABM, untuk penataan Manajemen Rumah sakit, ke depan RSUD Pemprov Sulbar, harus berani menjadi Badan Layanan Umum Daerah( BLUD). Karena dengan BLUD tersebut kata Suami Hj.Andi Ruskati ini, Rumah sakit akan lebih profesional dalam manajemen dan pelayanan.karena bersifat otonom.

” Kita berharap Status kelembagaan Rumah sakit ini akan segera berubah ke BLUD, Dengan bentuk BLUD pihak manajemen rumah sakit lebih otonom, anggaran dan belanja  dikelola secara mandiri oleh Pihak Rumah sakit yang tak perlu menunggu proses  penganggaran yang lama, begitu ada kebutuhan dapat dipenuhi secara langsung,” Tandasnya.

Meskipun demikian ia juga mengakui bahwa dalam proses perubahan status Rumah sakit ke BLUD tetap dibutuhkan subsidi dari APBD, olehnya dalam proses perubahan tersebut, Pemprov tetap akan mendukung anggaran subsidi untuk menopang pengelolaan manajemen dan pelayanan Rumah sakit.

” Untuk dukungan maksimal perubahan ke BLUD, tentu masih dibutuhkan Subsidi APBD, untuk itu kita tetap akan mendukung subsidi anggaran dari APBD Sulbar guna menopang pengelolaan manajemen dan pelayanan rumah sakit dalam proses perubahan ke BLUD,,” pungkasanya.|smd.

Berita Terkait: