Gubernur Sulbar Berhalal Bi Halal Di Kanwil Kemenag

 

Banniq.com.Sulbar

Kementrian Agama Wilayah Provinsi Sulawesi Barat diharapkan dapat menjalankan peran dengan baik serta bersinergi dengan program-program pemerintah . Selain itu, juga tetap dilaksanakan dalam suasana kebersamaan dan keakraban yang solid serta menghindari gesekan – gesekan yang dapat menciptakan suasana kerja dan komunikasi yang tidak kondusif.

”Kepada kita semua baik agama Islam maupun Kristen, Hindu, Buddha, Katolik dan lainnya saya harapkan mampu menerangi dunia di sekitar kita dan mampu memberikan cahaya yang baik dimanapun kita berada dan dimanapun kita ditempatkan, agar bisa menciptakan kehidupan beragama yang rukun dan damai” tutur Gubernur Sulbar, Ali Baal masdar saat menghadiri acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Selasa 4 juli 2017
Halal bi hahal tersebut mengangkat tema “Dengan tema Wujudkan ASN yang bermartabat, lebih dekat dan lebih bermanfaat”.
Didampingi oleh Wagub, Enny Anggraeni Anwar, Bupati Polman dua periode tersebut berharap agar Kementrian Agama Kementrian Agama bisa mencontoh hal-hal baik . Untuk itu, kepada pimpinan diharapkan memberikan contoh yang baik kepada bawahannya, karena jika pemimpinnya baik, pasti yang dipimpin juga akan baik.
Ia juga berharap melalui kegiatan halal bi halal dapat mengubah dan memperbaiki masa lalu menjadi masa kini dengan harapan baru, sehingga sebagai aparatur pemerintah bisa terus mengoptimalkan peranan masing-masing dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sulbar, Muhdin menyampaikan terkait sarana dan prasarana, menambahkan bahwa semua yang terkait dengan keperluan telah dijalankan dengan maksimal dan aula-aula telah difungsikan, absen dengan menggunakan finger prints dan laporan kerja harian (LKH) yang efisien dan optimal. Disebutkan, untuk tenaga penyuluh, masing-masing 1 Kantor Urusan Agama (KUA) terdapat delapan tenaga honorer, dan saat ini terdapat 42 KUA se Sulbar, sehingga total tenaga honorer penyuluh sebanyak 336 yang ada di Sulbar.
Masih kata Muhdin, pada sektor pembangunan pendidikan juga sudah terlihat, lahan telah dimatangkan oleh Gubernur dan tahun 2018 telah dimulai pembangunannya sehingga bisa membantu meningkatkan pembangunan di bidang pendidikan, selain itu pembangunan asrama haji juga belum bisa dilakukan karena area yang tersertifikat masih terbatas.
Guru Besar Ilmu Sosiologi UIN Hamdan Juhannis yang menjadi pembawa hikmah halal bi halal menjelaskan bahwa kebersamaan dalam kegiatan halal bi halal yang bisa menggunggah etos kerja menjadi lembaga, institusi, masyarakat dan bangsa yang bermartabat.
“Halal bi halal ini sebagai wadah untuk kembali membangun kebersamaan, silaturrahim, jabat tangan dan kepedulian, karakter menjadi kunci dan kita harus saling mambahu untuk dapat memunculkan karakter yang kuat bagi bangsa kita agar kita bisa menjadi bermanfaat bagi sesama” kata Hamdan
Lebih lanjut Hamdan menyampaikan, dalam kehidupan sosial yang baik, anger management dan self management adalah hal yang paling penting agar kita bisa menjadi pejabat yang berhasil, ASN yang sukses dan memiliki kemampuan self control yang baik
“Mudah-mudahan bisa menjadi bahan renungan dan penyegaran dalam momentum Halal bi Halal ini” tambah penulis buku melawan takdir tersebut
Kegiatan tersebut turut Kakanwil Kementrian Agama se-Kabupaten, Kadis Transmigrasi, Hamzih serta Pejabat eselon III dan IV dan Pejabat Fungsional Kanwil Sulbar dan undangan lainnya. (hums/fadh/s)

Berita Terkait: