Ibnu Munzir: Kita Bangun Sulbar Melalui Bidang Tugas Masing-Masing

Wakil ketua Komisi V DPR RI, Drs.H.Ibnu Munzir bersama TA Muh.Arsyad(photo:repro)

BANNIQ.COM.Sulbar: Tokoh pemekaran Provinsi Sulawesi Barat yang berkontribusi besar dalam pengusulan hak inisiatif Pembahasan Pemekaran Provinsi Sulbar dari Provinsi Sulawesi Selatan,di DPR RI  hingga keluarnya Ampres Persetujuan  dari Presiden Megawati Soekarno putri, Drs.H.Ibnu Munzir menyampaikan harapan-harapan untuk Provinsi Sulbar yang lebih maju di Usianya yang ke 14 tahun, 22 September 2018.

Di sela kegiatan Seminar sejarah Pembentukan Provinsi Sulbar, Jum’at(21/9/2018),wakil ketua komisi V DPR RI Ibnu Munzir menyampaikan bahwa cita-cita awal pembentukan provinsi Sulbar adalah untuk mengembangkan SDA yang dimiliki Sulbar.Kemudian dalam konteks Pemprov Sulbar tentu harapannya adalah kinerja Jajaran Pemprov  Sulbar semakin meningkat.

“Tujuan awal pembentukan provinsi ini kan, bagaimana mengembangkan potensi SDA yang dimiliki Sulbar, kemudian untuk jajaran Pemprov Sulbar tentunya bagaimana kinerje pemerintahan itu lebih baik,” Ujarnya.

Kemudian dirinya sebagai Anggota DPR RI sebut PLT Ketua DPD Golkar Sulbar ini, tentunya mengabdi dan membangun Sulbar sesuai tugas dan fungsi masing-masing.Posisinya selaku anggota Komisi V DPR RI sambung Ibnu, menjadi jalan pengabdian untuk membantu pertumbuhan perekonomian di Sulbar.” Posisi saya di komisi V tentu saya mengabdi dan membangun Sulbar agar pertumbuhan ekonomi masyarakatnya lebih baik, melalui peningkatan infra struktur dan Pembangunan Desa selaku mitra saya,” Imbuhnya.

Khusus untuk pembangunan dan pengembangan desa, kata dia penyusunan Undang-undang desa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya untuk meningkatkan dan mengembangan desa-desa di Sulbar.

Dan atas upaya tersebut, masih saat ini kata Ibnu daftar di kementerian desa dan daerah tertinggal, Sisa kabupaten Polman dan Mateng yang perlu dientaskan dari desa-desa yabg berpredikat tertinggal.”Alhamdulillah tinggal yang kita akan entaskan adalah desa-desa di kabupaten Polman dan Mateng dari predikat tertinggal, sebagaimana daftar di kementerian desa,” Pungkasnya.(smd)

Berita Terkait: