Investor Jepang Jajaki Peluang Kerjasama Bidang Pertanian di Sulbar

Kadis Pertanian Sulbar, Ir.H.Tanawali,M.AP.Bersama Investor Jepang dan beberapa Pimpinan OPD Sulbar usai Presentase Materi potensi Pertanian yang dimiliki Sulbar(photo:repro)

BANNIQ.COM.Sulbar.Potensi pertanian yang cukup potensial yang dimiliki oleh Provinsi Sulbar, Kembali dilirik oleh investor Jepang.

 Gambaran umum potensi pertanian yang dimiliki oleh Sulbar, diapaparkan oleh Kadis Pertanian Sulbar, Ir.H.Tanawali,M.AP. dihadapan investor Jepang yang difasilitasi oleh   koperasi serba usaha guna mandiri, di lantai 3 ruang Oval, kantor Gubernur Sulbar, Jum’at(6/7/2018)

Melalui presentasenya, Tanawali mengucapkan selamat datang kepada Investor Jepang yang intinya ingin berinvestasi di Sulbar, kusus dibidang pertanian.” Kita  wellcome atas  kehadiran investor  jepan dalam rangka investasi bidang pertanian di Sulbar,” jelas Kadis yang energik ini.

Usai presentase, pendalaman potensi pertanian di Sulbar dilanjutkan dengan diskusi. Tanawali memaparkan bahwa Dalam mengembangkan satu usaha apalagi di bidang pertanian ada tiga hal penting yang harus  menjadi perhatian khusus, yakni Aspek Teknis, Aspek Siaial dan Aspek Ekonomi.

Selanjutnya, Sambung Kadis yang dikenal Visioner ini aspek berikutnya yang harus dilakukan adalah Studi kelayakan.” Peasuble Study atau Study kelayakan  sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya  bagi para investor  selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang membuat Regulasi  meliputi peraturan hukum dan perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro,” Timpal Tanawali.

Lebih jauh Kadis yang dikenal disiplin memanfaatkan waktu ini, menyebutkan bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu karena didalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.

Hal tersebut Sambung Tanawali,   menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan lain sebagainya.

“Dalam perencanaan sebuah bisnis, baik bagi bisnis yang baru dirintis, ataupun jenis bisnis perluasan dari usaha yang sudah ada, selain mempertimbangkan aspek-aspek yang terkait dengan masalah pasar dan pemasaran, teknis, manajemen termasuk amdal, juga perlu ditelaah manfaat bisnis tersebut bagi masyarakat luas termasuk pengaruhnya terhadap perekonomian masyarakat sekitar maupun perekonomian negara.,” Imbuhnya.

Masih Tanawali, Analisis pada aspek sosial ekonomi menekankan pada penilaian sejauh mana proyek bisnis yang akan dijalankan mendapat dukungan ataupun berkontribusi pada perilaku dan pola kehidupan masyarakat termasuk manfaatnya terhadap perekonomian masyarakat sekitar lokasi bisnis maupun perekonomian negara secara makro yaitu apakah bisnis itu akan membantu pertumbuhan perekonomian ataukah justru sebaliknya, membebani perekonomian, seberapa banyak bisnis dapat menyerap tenaga kerja, bagimana dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, penyediaan produk/jasa secara lokal, regional maupun nasional, bahkan bagaiman pengaruh bisnis terhadap perubahan devisa negara.

Diakhir tanggapannya, Kadis yang dikenal Familia Bawahannya ini,  tak lupa menawarkan ke investor agar bisa membuka pasar untuk CPO.” Saat ini harga CPO  mengalami sentimen pasar penolakan di benua Eropa, Indonesia saat ini berusaha mencari pasar di luar Eropa, ini peluang besar agar CPO Sawit dari Sulbar bisa menembus pasar jepang,”

 

Berita Terkait: