Investor Korea Jajaki Pengelolaan Limbah Sawit dan Sabut Kelapa di Sulbar

Keterangan: Pengusaha Sulbar yang Menetap di Makassar, H.Abd.Wahab Usman(AWU) (*)

Banniq.Com.Sulbar.  Potensi SDA yang dimiliki Provinsi Sulbar, antara lain seperti Potensi Perkebunan kian diminati oleh Investor dari luar.Potensi perkebunan berupa limbah Kelapa sawit, Sabut kelapa dan Kulit kakao, secara kasatmata tidak lagi dapat dikelola menjadi produk olahan, Namun bagi Investor dari Korea Selatan bahan-bahan tersebut sangat besar manfaatnya untuk pembuatan bahan energi terbarukan.

Investor Korsel, yang mirip dengan Lembaga KADIN di Indonesia, Pekan ini tengah melakukan penjajakan Pengembangan potensi tersebut. Jejaring Investor Korea untuk Indonesia dalam rangka penjajakan pengembangan potensi tersebut di Sulbar,H.Abd.Wahab Usman,(AWU) Sabtu(20/1/2018) menguraikan bahwa Investor dari Korea tersebut sementara ini lagi melalukan survey di Sulbar terkait titik potensi yang akan dikembangkan tersebut.” Mereka saat ini sementara melakukan survey titik potensi di Wilayah Mateng, setelah itu para pihak yang terkait dalam program ini akan diundang ke Korea bulan depan untuk melihat sampel hasil dari pengolahan limbah komoditas perkebunan tersebut,” Papar Awu, Setelah mengabtar Investor Korea tersebut di Mamuju.

Para pihak yang akan diundang ke Korea Sambung Awu, antara lain Gubernur Sulbar, Bupati , wakil dari BUMD Sulbar, dan nantinya selama 5 hari di Korsel rombongan akan diajak mengunjungi 12 Pabrikan yang ada  di Korsel.” Kita diundang ke Sana selama 5 Hari di Korsel agendanya, Rombongan akan diajak mengunjungi hasil olahan limbah yang sdah menjadi energi, juga rombongan akan diajak mengunjungi 12 pabrukan industri yang ada di Korea Selatan,” Sambungnya.

Tertariknya Investor Korea itu  untuk mengembangkan Limbah tersebut di Sulbar, karena selama ini Korea beli dari Jerman dan Jerman beli dari Singapura dan Singapura beli dari Indonesia.” Bagan olahan itu sebenarnya sudah lama dikembangkan, tetapi Korea beli ke Jerman, Jerman beli dari Dingapura dan singapura mendatangkannya dari Indonesia,” nah mereka ingin langsung mengelola di Indonesia,” Bebernya mengakhiri perbincangan dengan Banniq.(smd)

 

Berita Terkait: