Izin Operasi CV Rafli Diterbitkan Bila Ada Surat Permohonan Penciutan Wilayah Eksplorasi

Tim Gabungan saat Peninjauan ulang Wilayah Pengelolaan Tambang Gakian C Sungai Mora Karossa(photo:repro)

BANNIQ.COM.Mamuju. Kisruh Pengelelolaan Tambang galiangan C di Sungai Mora Karossa, dengan luasan sekira 24 HA, berdasarkan Izin Eksplorasi yang dikantongi oleh CV Rafli, yang kemudian muncul rekomendasi ke calon pengelola baru yakni CV Bumi Indah Lestari dan Andi Amin., masalah ini telah dimediasi Oleh Polda Sulbar untuk mencari solusi penyelesaian.

Tindak lanjut dari proses penyelesaian tersebut, pekan lalu Tim Gabungan yang beranggotakan Polda Sulbar, Dinas PTSP Mateng dan Dinas ESDM Sulbar, melakukan peninjauan sekaligus pengukuran ulang peta wilayah eksplorasi.

Hasil kunjungan tim gabungan tersebut telah melahirkan beberapa Rekomendasi tim gabungan, yakni   disampaikan kepada Pemprov Sulbar melalui Dinas PTSP Sulbar untuk disampaikan kpada ketiga pemohon..suratnya rekomendasi tim gabungan sudah disampaikan kepada Dinas PTSP Sulawesi Barat Yang isinya antara lain  bahwa Ketiga pemohon tersebut ketiganya dapat diberikan izin wilayah.” Rekomendasi dari tim gabungan antara lain, menyampaukan ke Pemprov dalam hal ini Dinas PTSP bahwa secara teknis, Ketiga Pemohon dapst diberikan izin wilayah pengelolaan, terkait akses jalan baik CV Rafli mauoun Andi Amin terdapat akses jalan yang baik ke wilayah pengelolaan kecuali CV Bumi Indah Lestari,” Terang Anggota Tim Gabungan Penyelesaian masalah pengelolaan Tambang Galian C sungai Mora, Jamaluddin, Jumat (27/4/2018).

Rekomenfasi lainnya, sambung Staf Penguasaan Bidang pertambangan dinas ESDM ini, yakni Wilayah pengelolaan CV Rafli dinilsi terlalu luas sehingga perlu diciutkan, dengan penciutan itu nanti Surat Izin Usaha Operasi Produksi CV Rafli dapat diterbitkan setelah ada permohonan pengusulan penciutan secara tertulis.” Permohonan penciutan itu nantinya bila sudah diajukan  CV Rafli, akan menjadi dasar penerbitan IUP OP juga menjadi dasar untuk penerbitan Wilayah bagi dua pemohon lainnya,” Imbihnya.

Bila pihak CV Rafli Masih kata Jamaluddin, telah mengusulkan surat  permohonan penciutan maka akan langsung diproses IUP OP CV Rafli tanpa turun lagi mengadakan pengukuran di Lapangan.” Bila CV Rafli sudah bermohonan untuk penciutan maka akan langsung dibuatkan IUP OP, tanpa turun lagi ke lapangan untuk pengukuran dan pemetaan karena sudah diujur dan terpetakan, Namun bila CV Rafli masih menyatajan tidak sesuai dengan harapan maka akan dikembalikan pads posisi semula sebelum adanya izin wilayah eksplorasi,” Pungkasnya.

Terpisah, Direktur CV Rafli, Ashar Latif Alias Brekele via telfon, mengaku akan mempelajari rekonendasi dari Tim gabungan tersebut.” Saya belum tahu tentang remomendasi tetsebut, tetapi bila sudah disampikan ke Saya Saya akan mempelajarinya dulu,” Pungkasnya.(n/s)

Berita Terkait: