Jika Menjunjung Tinggi Etika, SDK Tidak Akan Sampai Ke MK

FB_IMG_1488261626378
Keterangan photo: Sekertaris DPW Partai Gerindra Sulbar, Isra D Pramulya(repro)

Banniq.com.Sulbar

Bias penetapan Rekapitulasi Hasil Perolehan suara Pilgub , Oleh KPUD Sulbar,Tanggal 26/2 lalu,dimana Paslon Ali Baal Masdar bersama Enny Anggraini Anwar (ABM-Enny), sebagai peraih suara terbanyak Pilgub Sulbar 2017,mengunguli 2 Rivalnya,Salim/Hasan Dan Suhardi Duka/Kalma Katta.

Beberapa hari pasca Penetapan  hasil perolehan Suara pilgub Sulbar,  pihak pasangan nomor urut satu Suhardi Duka dan Kalma Katta (SDK-KK) menyatakan akan melanjutkan Hasil Pilgub Sulbar Ke Mahkamah Konstitusi, hal tersebut disampaikan pada acara konprensi Pers Belum.lama ini.

terkait rencana gugatan tersebut, kepada laman ini,selasa,28/2 Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulbar, Isra D Pramulya, menanggapi ringan sembari mengungkapkan rasa syukur atas kerja keras seluruh tim Pemenangan Paslin Maju Malaqbiq, yang telah mengantarkan ABM-Enny sebagai peraih suara terbanyak Pilgub Sulbar.

” Kami bersyukur ke Hadirat  Tuhan Yang Maha Esa atas kemenangan ini. Dan ini adalah amanah yang sangat besar dari rakyat Sulbar kepada Bapak ABM dan Bu Enny, yang insya Allah amanah ini tidak akan disia-siakan oleh ABM Enny,” Ujar Mantan Sekjend PB PMII ini.

Dilanjutkan Isra, Bahwa terkait rencana gugatan Paslon Nomor 1, Tim Hukum ABM-Enny telah menyiapkan data dan bahan untuk menghadapi gugatan tersebut.

“Saat ini tim hukum kami sedang proses persiapan untuk menghadapi gugatan paslon lain ke MK,” Ujarnya.

Langkah SDK-KK  untuk melanjutkan ke MK hasil Pilgub Sulbar, kendatipun materi gugatannya belum dibuka ke  Publik, pihak ABM-Enny tetap menghargai upaya hukum yang dilakukan Oleh Rivalnya tersebut,  Meski dalam masa kampaye lalu SDK sempat mengeluarkan statement bakal tidak melakukan gugatan dari hasil Pilgub Sulbar.

“Walalaupun beberapa waktu lalu paslon lain telah sesumbar tidak akan menggugat ke MK, apabila kalah dalam pemungutan suara di pilgub ini, namun tetap kami mengharagainya sebagai sebuah proses demokrasi politik,” Imbuhnya.

Masih Kata Isra, pernyataan Untuk tidak menggugat hasil pilgub  sesungguhnya sudah melanggar etika fatsun politik Mandar, yang menjunjung tinggi kejujuran dan konsistensi pada janji kepada publik.(smd)

 

Berita Terkait: