Joko Wi: Pers Diperlukan untuk Membangun Narasai Kebudayaan dan Peradaban Baru

Banniq.Com.Padang. Puncak peringatan Hari PERS Nasional,Hari ini Juma’at Dilaksanakan di Pantai Padang Sumbar, dan dihadiri Langsung Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Djoko Widodo. Puncak peringatan Hari Peers yang dirangkaikan HUT PWI ke 72 TahunQ dihadiri pula pejabat Tinggi negara, Abtara lain Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan,Ketua DPR RI Bambang Susatyo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto, Kapolri Jendral Pol Muh.Tito Karnavian, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO).

Selain itu hadir pula sekira 30 Duta Besar dan puluhan menteri Kabinet Kerja, diantaranya Menkominfo,Rudiyantara, Menteri  Perikanan dan Kelautan, Susi Fujiastuti, Mensos Idrus Marhan dan Menetri PUPR Basuki,serta Ratusan Wartawan dan pimpinan Media se Indonesia.

Mengawali Sambutannya, Presiden Joko Wi meyakinkan dunia Pers agar tetap eksis karena Pers akan tetap diperlukan meskipun dianalisa akan mengalami kemunduran dengan hadirnya media sosial dan media digital.” Belakangan ada analisa bahwa dengan kehadiran media baru, media digital media mainstream atau media massa akan mengalami kemunduran, tapi saya yakin Media Massa akan tetap diperlukan sebagai Pilar penegak demokrasi, pilar penegak fakta-fakta, pilar penegak penyampai kebenaran ke masyarakat, pilar penyampai aspirasi masyarakat,” Ungkap Joko Wi.

Dia juga menyebutkan bahwa untuk lompatan kemajuan teknologi saat ini,  Pers juga diharapkan dapat menjadi sumber inovasi dan memotret Pergerakan masyarakat secara cepat, efektif dan efisien  yang menghasilkan  era revolusi industri Vovoix Sero yang berbasis pada computasi dan analisis data.

Dari aspek pengembangan narasi kebudayaan dan perdaban baru Joko Wi juga menyebutkan bahwa Pers sangat berperan dalam membangun  narasi kebudayaan dan peradaban baru.” Pers juga diperlukan karena Pers merupakan pengembang dan pembangun narasi Kebudayaan dan Peradaban Baru,” Pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Joko Wi memberikan Hadiah Sepeda kepada salah seorang Wartawan dari Jawa Timur Yang bernama Yusri Baginda Raja Agam, atas  simulasi wawancara yang dilakukan oleh Presiden Joko Wi yang bertindak sebagai Wartawan dan Wartwan Yusri Berperan sebagai presiden. Simulasi tersebut terkait kondisi yang kerap dihadapi oleh Joko wi manakala berhadapan dengan 80 bahkan dengan 90an wartawan dengan pertanyaan yang beda-beda dan sulit-sulit.  (smd)

 

Berita Terkait: