Kades Aralle Utara Tepis Tudingan Gunakan Ijasah Palsu

Banniq.com.Mamasa

Sejak dituding menggunakan ijazah palsu dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Aralle Utara, Kecamatan Aralle, Mamasa, Kepala Desa (Kades) Aralle Utara terpilih, Andi Iswadi angkat bicara.

Kades yang baru saja dilantik itu menepis tudingan yang disematkan kepadanya. Dokumen yang digunakan Andi Iswadi untuk mengikuti kontestasi Pilkades itu ijazah yang asli. “Ijazah yang saya gunakan itu ijazah SMP yang yang dilegalisir langsung kepala sekolah dan diketahui oleh kepala dinas pendidikan. Selain itu, mengacu pada UU Desa No. 6 tahun 2014, pada pasal 33 memperbolehkan menggunakan ijazah SMP,” kata Andi Iswadi, Kamis 6 Juli.

Sebelumnya, Lembaga Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LBHMI) Cabang Manakarra bersama masyarakat Aralle melaporkan Andi Iswadi ke Polda Sulbar dan meminta Polda Sulbar untuk mendesak Polres Mamasa yang dinilai tidak becus dalam menanggapi laporan agar mengusut tuntas masalah tersebut.

Alumni SMP PGRI Aralle (SMPN 1 Aralle, sekarang) itu juga mengaku sebelum pelantikan telah menjalani pemeriksaan di Polres Mamasa terkait tudingan tersebut. “Pada 22 Mei saya bersama ketua panitia Pilkades Aralle Utara menjalani pemeriksaan dan pihak Polres Mamasa tidak menemukan bukti bahwa dokumen yang saya gunakan itu bermasalah,” ujarnya.

Karena tidak menerima tudingan tersebut, Andi Iswadi rencananya akan melapor balik oknum yang melaporkannya dengan dalih pencemaran nama baik dan telah meminta pendampingan hukum.

Sementara itu, Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Citra Justitia Sulbar, Akriadi PuE Dollah, SH yang mendampingi Kades Aralle Utara menyayangkan laporan tersebut karena tidak memiliki bukti yang kuat. “Ketua HMI Cabang Manakarra seharusnya lebih dulu mengklarifikasi hal ini kepada panitia penyelenggara pemilihan desa Aralle Utara sebelum melaporkan masalah ini ke Polda Sulbar agar tak ada pihak yang merasa dirugikan,” cetusnya.

Ketua Panitia Pilkades Aralle Utara, Rony menuturkan tidak menemukan masalah terkait dokumen yang digunakan Andi Iswadi dalam mendaftar sebagai calon kepala desa. “Selain itu, hingga saat ini kami juga tidak mendapat pemberitahuan dari pihak panitia Pilkades kecamatan maupun kabupaten bahwa ada berkas yang bermasalah,” jelasnya. (kif/s)

Berita Terkait: