Kadistan Sulbar Pimpin Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit

Kadistan Sulbar,Ir.H.Tanawali,M.AP(baju putih) didampingi stake holder sawit, pada saat pembukaan rapat penetapan harga TBS kelapa sawit(photo:repro)

BANNIQ.COM.Sulbar.Rapat Penetapan Harga Tandang Buah Segar (TBS ) kelapa Sawit kembali digelar
Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Sulbar, Jum’at(6/7/2018)

Rapat yang dipimpin oleh Kadistan Sulbar,Ir.H.Tanawali,M.AP berlangsung dalam Suasana akrab di antara seluruh peserta yang terdiri dari petani dan pengusaha sawit se Sulbar, juga dihadiri  Dinas Kabupaten yang memiliki  wilayah  pengembangan  sawit seperti  Disbun mamuju Ir Petrus, Distan Mateng Muh. Saihu SP, disbun Pasangkayu Ir Rusman MM, dan instansi terkait yang hadir adalah Dinas Perhubungan Jeveri Tonn, dari Biro Ekbang Hj Mulkis, dari Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit) Ir H Mukhtar Tanu, Apkasindo ( A Kasruddin Raja Muda),dari PKS antara lain, Astra Group (PT Pasang kayu, PT Letawa dan PT Surya Raya Lestari), Unggul (PT Widya Teknologi Lestari dan PT Mamuju Unggul Lestari) , PT Triniti Palmas Plantation serta beberapa perwakilan petani plasma/WKAK (Wadah Koordinasi Antar Kelompok Tani),

Rapat di mulai dengan   pembacaan laporan terkait harga TBS yang mengalamai penurunan harga dari bulan lalu sebesar Rp. 1.228,34 menurun ke  Rp 1.139,98 per kilogram untuk sawit usia 10-20 tahun.dengan indrks K 76,70 %.

Dikatakan Kadistan Sulbar,  Ir.H.Tanawali pada Sambutannya  , bahwa penetapan harga ini berdasarkan data yang dikirim dari via e mail 05/07/2018) kemarin dari masing-masing perusahaan yang terlibat dalam penentuan harga ini.
Tidak ada tanggapan dari para peserta rapat, sesaat setelah Tim Pokja menyampaikan penetapan harga tersebut akibat adanya sentimen pasar/penolakan CPO di Negara Eropa, Pemerntah selalu berupaya memperluas pasar CPO di luar negeri, diluar Eropa hal ini juga dengan adanya panen besar-besaran  kedele terutama di Amerika.”   Saat ini minyak kedele bisa mengganti fungsi kelapa sawit, untuk itu Perlu disadari bahwa yang namanya perdagangan bebas sering tejadi fluktuasi harga, ini diakibat karena adanya gejolak pasar, ” Urainya.

Kita sebagai produsen sambung Tanawali,  tidak perlu terlalu larut dalam kondisi ini, dirinya  menyarankan untuk tetap  meningkatkan produksi.”  Semoga kita bisa memaknai fiolosofi orang bijak yabg mengatakan Tak selamanya mendung itu kelabu,”  Tandas  Kadis  yang dijenal  inovatif,  dan religius ini.

Pada kesempatan ini pula Tanawali juga  mengajak stake holder kelapa sawit untuk tetap  berjuang demi kepentingan masyarakat/ petani telah melakukan satu terobosan baru lagi yakni adanya MoU antara Dirjenbun dengan Dinas Pertanian Provinsi  Sulbar dalam pemanfaatan dana BPD-KS untuk Replanting/Peremajaan kelapa sawit bagi Plasma dan petani sawit swadaya tahap pertama, seluas 5.000 ha dengan nilai Rp .125 Milyar (a Rp 25.000.000 per ha), yang tersebar di dua kabupaten yakni Kabupaten  Pasangkayu,  Kabupaten  Mamuju.
” Untuk memaksmalkan capaian program tersebut,  dalam waktu dekat akan dilaksanakan sosialisasi dan penjelasan teknis dari tim teknis pusat (dirjenbun) dan dari Dinas pertanian Provinsi,” Pungkas Kadis yang juga dikenal penuh motivasi ini(smd)

Berita Terkait: