Kapolda Jamin Tidak Ada Anggota Polisi Yang ” Masuk Angin” Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Di Mamuju

20170310_120243
Keterangan Photo: Kapolres Mamuju AKBP Muh.Rifai Saat Memperlihatkan Surat Daftar DPO Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan Di Mamuju(photo:samad)

Banniq.com.Mamuju

Penanganan kasus dugaan kekerasan yang dialami Busman Rasyid, Wartwan TV Manakarra, beberapa waktu lalu d8 Area Pembangunan Rumah sakit Tive B Provinsi Sulawesi Barat, ditanggapi oleh Kapolres Mamuju AKBP Muh.Rifai dan Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang MH, pada kegiatan Kopi Morning Kapolda dengan puluhan Awak media di Warkop 157 Mamuju,Jumat,9/3.didampingi Wakapolda Sulbar,Kombes H.M.Tajuddin Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj.Maeshura Mappeare,SH dan Jajaran Perwira Utama Polda Sulbar.

Sejak kejadian dugaan kekerasan Terhadap salah seorang wartwan , Pihak Polres dari awal  langsung turun menangani kasus tersebut, mulai dari pra rekonstruksi,rekonstruksi dari kedua belah pihak baik korban maupun terduga pelaku dan saksi yang ada di TKP.” Sejak awal kami serius menangani kasus ini, teman-Teman media saksikan sendiri   polres kala itu menggelar rekonstruksi kasus tersebut, baik versi korban, terduga pelaku mapun saksi yang ada di TKP,” Urai Rifai.

Progres kasus tersebut sampai hari ini, Kata Rifai Polres telah menetapkan satu tersangka yang kini masih buron,dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang(DPO).” Tersangka yang DPO ini kami sudah mendeteksi keberadaannya, namun mengenai tempat atau lokasi tepatnya kami belum bisa kami sampaikan, yang jelas sejak masuknya daftar DPO, Polres Mamuju tidak pernah berhenti untuk mendeteksi keberadaan tersangka ” Timpal Rifai.

Kemudian terkait penerapan pasal terhadap Kasus ini, dimana sebahagian wartwan seprofesi korban menghendaki penarapan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, atas kasus tersebut, bukan Kuhap.Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Mamuju, AKP Ade Candra CY, menyampaikan bahwa upaya Polres untuk memberlakukan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, salah satunta berkordinasi dengan pihak bagian hukum Dewan Pers.” Kami sudah berkordinaasi dengan pihak bagian hukum Dewan Pers, terkait kemungkinan pemberlakuan UU Pers pada Kasus tersebut karena, Untuk menentukan perlu ada keterangan ahli dari Dewan Pers apakah masuk kategori upaya menghalang-halangi wartawan dalam mendapatkan Informasi,” Terang Ade.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sulbar,Brigjen Pol Nandang,MH juga menyatakan keseriusannya dalam memantau perkembangan kasus tersebut.” Saya selalu tanyakan ke Kapolres perkembangan kasus ini,Termasuk pasal yang akan digunakan kepada  tersangka,apakah Kuhap atau Undang-Undang Pers, bila memungkinkan  Undang-Undang Pers tentu dibutuhkan Keterangan Ahli, ” Ujarnya.

Atas dasar itu, Nandang menepis issu bahwa dalam menangani kasus dugaan kekerasan terhadap salah seorang wartwan di Mamuju, polisi masuk angin (tidak serius-red), karena jajaran Polres Mamuju kata Nandang  sangat serius menangani kasus ini,” jadi bila ada yang katakan polisi masuk Angin menangani kasus ini itu tidak benar,” Pungkasnya.(smd)

 

 

 

Berita Terkait: