Kapolda Sulbar Himbau Mahasiswa Untuk Lebih Mengedapankan Dialog Dalam Menyikapi Issu Yang Berkembang

Banniq.com.Majene

Kapolda Sulbar , Brigjen Pol Nandang MH, menghadiri Rapat senat Terbuka Luar Biasa Universitas  Sulawesi Barat (Unsulbar) atas undangan PTN Tersebut melalui kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru tahun akademik 2017-2018.
Kegiatan tersebut berlangsung Senin(28/8/2017) Bertempat di Masjid Agung Ilaikal Masir Majene, dihadiri langsung oleh Gubernur Sulbar H. Ali Baal Masdar (ketua dewan penyantun),Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A (ketua dewan pembina),Rektor Unsulbar DR. Ir. H. Akhsan Djalaluddin, MS, Wakil Rektor 1 Dr. Muhammad Saad, M.A,Wakil Rektor 2 Ir. H. Anwar Sulili, M.Si,Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Nandang MH, Danrem 142 Tatag, Pimpinan DPRD Sulawesi Barat, Wakil Bupati Majene, Dir lantas Polda Sulbar, Dir Binmas Polda Sulbar, Dir. SDM Polda Sulbar, Kabid humas Polda Sulbar, Kapolres Majene, Dandim 1401 Majene, Para dosen, Kepala Biro, kepala bagian dan seluruh civitas Akademik Unsulbar serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan diawali dengan Pembacaan doa Oleh  Dr. H. Andi Tamaruddin, S.Ag,M.Ag, kemudian dilanjutkan dengan Pidato Rektor Unsulbar dalam rangka pengenalan kehidupan kampus mahasiswa unsulbar tahun akademik 2017-2018 sekaligus mengukuhkan mahasiswa baru sebagai civitas akademika Univ. Sulawesi Barat sekaligus Sambutan Gubernur Sulawesi Barat H. Ali Baal Masdar, M.Si selaku dewan penyantun Unsulbar.
Rapat senat Istimewa tersebut ditandai dengan Pembacaan janji mahasiswa oleh perwakilan mahasiswa dan Penyematan jas almamater secara simbolis oleh Rektor, Gubernur, Kapolda Sulbar, dan Danrem 142 Tatag.
Kapolda Sulbar selaku pemateri  yang bertajuk Studium General kepada para mahasiswa baru (Maba) Unsulbar.

Dia  menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi / Mahasiswa dilihat aspek memiliki peran dan fungsinya sebagai agent of change (memiliki kecerdasan), Sosial Control (Lebih Dewasa) dan Iron Stok (berpikir secara Positif dan Kritis). Sebagai contoh Konkrit dalam hal sikap kritis yaitu melalui penyampaian pendapat.
“turun kejalan adalah langkah terakhir yang diambil, namun hal yang harus diperhatikan sebelumnya yaitu menkaji lebih dahulu ISU yang ada, melakukan dialog dengan sasaran dan memberikan kritikan langsung melalui media massa”. Urainya.
Ditambahkan, bahwa Mahasiswa juga mempunyai peran penting dalam menjaga dan memeliharan keamanan dan ketertiban (Harkamtibmas) yaitu dengan menjadi Dinamisator yaitu mendinamisir terwujudnya kerukunan bangsa dalam rangka bhinneka tunggal ika dan keutuhan NKRI, Katalisator yaitu sebagai pendorong terwujudnya toleransi untuk mencegah timbulnya konflik dan Negosiator yaitu Juru Runding dalam SAI Konflik dan upaya Negosiasi dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
” Mahasiswa diharapkan dapat menjawab segala tantangan Globalisasi saat ini sebagai generasi yang membanggakan dalam menjaga keutuhan NKRI bukan malah sebaliknya.,” pungkasnya (smd/.)

Berita Terkait: