Kembali Dugaan Kasus Money Politik Paslon Nomor Urut 1 Diungkap Polisi

IMG-20170215-WA0035
Keterangan: Barang bukti Uang Pecahan 100 dan 50 ribu yang disita Polisi(repro)

Banniq.com.Polman

Sikap proaktif Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar untuk memburu para pelaku money politik di pilgub sulbar, kembali berhasil mengamankan Pelaku dan Barang Bukti yang diduga untuk Digunakan untyk mempengaruhi pemilih.

     Berdasarkan rilis elektronik Polda Sulbar ke laman ini, bahwa Tim Gabungan Brimob, beserta Sat Intelkam dan Polsek Tinambung yang dipimpin oleh KBO Sat Intelkam Ipda Sigit Nugroho, S.Sos kembali menelusuri dugaan money politik dari pasangan calon SDK-KALMA.

Dari informasi yang diterima, di wilayah Kec. Balanipa, Kec. Tinambung, Kec. Limboro dan Kec. Alu Kab. Polman, pada hari Selasa (14/2/17) pukul 22.00  sampai Rabu (15/2/17) pukul 06.00 Wita Tim gabungan melaksanakan giat Patroli.

Dalam pelaksanaan Patroli di Kec. Limboro, pukul 01.00 Wita diperoleh informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Salarri Briptu Muhlis Fahri mengatakan,   “Rusman (45), warga Dusun Lolle Desa Salarri Kec. Limboro Kab. Polman selaku Kordes Paslon No. 1 SDK-KALMA  bermaksud menyerahkan uang pemberian Hartono kepada Pihak Panwaslu diperkirakan sebanyak Rp 10.300.000,-“ ujarnya
Lanjut dikatakan Muhlis, sekira pukul 02.00 Wita  dia menghubungi PPL Desa Salarri atas nama Sukriah untuk dilakukan pertemuan di rumah Muslimin  di Dusun 3 Paleroang Desa Salarri Kec. Limboro Kab. Polman.

“Pertemuan itu dihadiri oleh Rusman, PPL Desa Salarri Sukriah, Kades Salarri Sukri Tawaran, Kaurbin Ops Intelkam Res Polman Ipda Sigit Nugroho, S.Sos, Kanit Intelkam Polsek Tinambung Bripka Hariono, dan Danru Gegana Bripka Anwar. Rusman menyerahkan uang sejumlah Rp 10.300.000 kepada PPL Desa Salarri” katanya

Selanjutnya, sekira pukul 03.30 Wita, Tim gabungan kembali melanjutkan Patroli di wilayah Kec. Tinambung dan Kec. Balanipa. Dikatakan oleh Rusman, Dana yang diduga money politik itu berasal dari Hartono diperkirakan sebanyak Rp. 11.000.000,- untuk dibagikan kepada warga sebesar Rp 100.000 per orang agar memilih paslon No. Urut 1 SDK-KALMA dan telah digunakan sebesar Rp 700.000,- untuk honor saksi.

Alasan Rusman menyerahkan uang tersebut, “Karena sudah mengetahui bahwa sebelumnya Hartono sudah diperiksa di PANWASCAM Limboro dan telah ditangani oleh Pihak Panwasli Kab. Polman,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda AKBP Hj. Mashura mengatakan, kasus ini dalam pihak Panwas Polman, “Kasus ini sementara dalam lirik pihak Panwas Polkam,” pungkasnya(samad).

Berita Terkait: