Kerajaan Mamuju Gelar Acara Sitammu Wuju

Banniq.com.Mamuju

Dalam mempertahankan eksistensi budaya di tengah perkembangan jaman yang begitu pesat, pemangku adat kerajaan Mamuju menggelar pertemuan adat (Sitammu Wuju). Pertemuan yang dikemas dalam bentuk dialog kebudayaan itu dilaksanakan di kawasan rumah adat (sapo kayyang) Mamuju, Jalan Ks. Tubun, Rabu 31 Mei 2017.

Sitammu Wuju dipimpin langsung oleh Maradika (Raja) Mamuju, Andi Maksum Dai yang didampingi oleh para Gala’gar Pitu (tujuh pemangku adat). Selain itu, dihadiri juga oleh Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari dan sejumlah tokoh masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Mamuju itu juga membahas tentang pembuatan simbol permersatu atau ‘pin’ Kabupaten Mamuju dengan menggali sejarah perjalanan kerajaan Mamuju. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut hari jadi Manakarra pada 14 Juli 2017 mendatang.

Kepala Disbudpar Mamuju, Sahari Bulan mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, dimana kebudayaan luar dengan mudahnya dapat masuk dan berpotensi membuat generasi muda lupa akan kebudayaannya sendiri.

“Jika kita tidak responsif menjaga budaya maka secara perlahan akan punah. Olehnya itu, diskusi ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya kita,” katanya, Rabu 31 Mei.

Wakil Bupati Mamuju, Irwan Pababari menuturkan kegiatan tersebut penting untuk dilaksanakan agar sejarah perjalanan kerajaan Mamuju dapat terekam kembali dikepala para generasi muda yang saat ini nyaris kehilangan identitas karena pengaruh perkembangan teknologi.

“Kita selalu berharap agar bagaimana anak-anak kita dapat lebih memahami, memaknai dan mencintai budaya lokalnya sendiri. Hal itu merupakan tanggung jawab kita untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif budaya luar yang semakin hari mengerus kearifan lokal kita,” beber Irwan.

Sementara itu, Maradika Mamuju, Andi Maksum Dai mengapresiasi rencana Pemkab untuk membuat pin pemersatu. “Selain sebagai lambang identitas kita, rencana tersebut juga membantu menjalankan tugas Kerajaan Mamuju sebagai mitra pemerintah. Jadi terkait lambang, tulisan dan unsur lainnya perlu dibicarakan dengan baik” imbuhnya.

Gunung emas Kalumpang, burung Kurri-kurri serta keris Tomanurung merupakan rekomendasi yang telah diusulkan untuk menjadi simbol pemersatu Mamuju.(zul/s)

Berita Terkait: