Kesal Karena Lahan Sawah Dikuasai Preman, Ratusan Warga Desa Bakar Rumah Dan Pondok

foto-bakar-rumah

Banniq.com.Pasangkayu.

Ratusan warga dari dua desa yakni desa bonemarawa dan desa mbulawa kecamatan rio pakava kabupaten donggala, provinsi sulawesi tengah, siang tadi membakar empat pondok satu rumah kebun dan satu hendtraktor didesa bonemarawa yang selama ini dikuasai oleh oknum preman yang diduga berasal dar kabupaten mamuju utara. Akibatnya  4 pondok dan satu rumah rata dengan tanah dibakar massa.

 

 

 

Kekesalan warga dari dua desa ini memuncak senin siang, pasalnya laporan polisi terkait dengan penyerobotan lahan perkebunan dan lahan persawahan yang duga dilakukan sejumlah oknum preman dari wilayah berbeda tak kunjung diproses oleh pihak pemerintah dan pihak kepolisian, demikian disampaikan warga saat berada dilokasi sengketa,  akibatnya ratusan masyarakat ini memilih melibatkan tokoh adat agar lahan persawahan seluas 150 hektar dikembalikan ke tanah adat.

 

 

 

Selain memasang plang forum lembaga adat kaili tado. ratusan warga juga membakar sejumlah pondok yang berada di wilayah sengketa  bahkan sebuah rumah kebun milik oknum preman yang diduga melakukan penyerobotan dan menguasai lahan selama ini juga ikut di bakar warga,  beruntung saat kejadian pembakaran yang dilakukan warga pemilik rumah sedang tidak berada di tempat sehingga tidak memicu bentrokan.

 

 

 

Usai melakukan pembakaran yang dilakukan ratusan warga dari dua desa,  massa kemudian membububarkan diri dan menyerahkan penyelesaian sengketa lahan tersebut kepada lembaga adat yang sudah disepakati oleh warga dari dua desa yang bersengketa dengan oknum preman.

 

 

 

Simoen  Kades Mbulawa  yang dikonfirmasi mengatakan, “kasus ini sudah dilaporkan beberapa tahun lalu kepemerintah dan kepolisian dan bahkan pertemuan sudah dilakukan beberapakali baik di kabupaten mamuju dan

 

kabupaten donggala. namun sampai hari ini belum ada penyelesaian, sehingga saat ini warga melakukan pendudukan paksa dan mengembalikan tanah sengketa ini kembali ketanah adat untuk di carikan penyelesainny

a. Tegas simoen. (joni)

 

 

 

Berita Terkait: