Ketua KPPU Ungkap Rahasia Suksesnya Di Hadapan Puluhan Mahasiswa Peserta Dialog Di Nusa Pustaka

Banniq.com.Polman

. Menjadi yang termuda saat terpilih memimpin lembaga negara di Indonesia, putera daerah Sulbar ini mengungkap rahasianya di depan para mahasiswa dan pegiat literasi Sulawesi Barat.

Dr. Syarkawi Rauf adalah dosen Ekonomi Unhas yang saat ini merupakan ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU – RI).

Masih dalam suasana Idul Fitri, Dr. Syarkawi Rauf hadir dalam diskusi terbuka yang berlangsung di perpustakaan rakyat, Nusa Pustaka Pambusuang, Polewali Mandar, Selasa (27/06).

Diskusi yang berlangsung selama lebih 3 jam, mulai jam 20:00 wita tersebut diikuti puluhan peserta antara lain aktivis literasi Sulbar, jajaran redaksi KARAKTER Unsulbar, dosen sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, mahasiswa Unsulbar, para mahasiswa Universitas Gajah Mada yang tengah KKN di Polewali Mandar serta para mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I).

Dr. Syarkawi terpilih menjadi ketua lembaga negara itu saat berusia 40 tahun, sehingga menjadi ketua termuda diantara lembaga – lembaga negara lainnya di Indonesia.

KPPU RI berdasarkan UU No 5 Tahun 1999 adalah lembaga yang bertugas memberantas praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Kepada para peserta diskusi yang memenuhi ruang baca Nusa Pustaka, Dr. Syarkawi mengatakan, kunci utama kesuksesan ada pada ridha orang tua.

Ia mengungkapkan perjalanan hidupnya mulai dari terangkat jadi dosen Unhas, economist BNI hingga jadi ketua KPPU RI adalah buah dari doa orang tua.

“Jangan membangkang kepada orang tua. Tidak ada orang sukses kalau membangkang ke orang tua. Adik-adik mahasiswa, berbaktilah kepada orang tua. Alhamdulillah apa yang saya capai saat ini karena restu orang tua,” kata Syarkawi.

Salah seorang mahasiswa program studi Ilmu Hukum Unsulbar, Amar mengaku sangat beruntung karena bisa bertemu langsung dan mendengar pengalaman hidup dan ilmu dari Syarkawi. Amar terinspirasi dan termotivasi materi yang dibawakan materi Ketua KPPU RI itu,

“Alhamdulillah, saya sangat termotivasi kala mendengarkan pak Syarkawi menceritakan pengalam hidupnya,” kata Amar.

Dalam pengantar diskusinya, pimpinan Nusa Pustaka, Muhammad Ridwan Alimuddin mengatakan diskusi digelar sebagai bentuk literasi ekonomi dan silaturahmi dengan tokoh nasional asal tanah Mandar dalam suasana Idul Fitri.

Disiplin

Dalam diksusi dengan moderator dosen FISIP Unsulbar, Farhanuddin, M.Si, ketua KPPU RI itu juga mengungkapkan situasi terkini ekonomi Indonesia ditengah perkembangan ekonomi global.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi persaingan dengan negara lainnya khususnya di Asia Tenggara.
Ia juga mengungkapkan bagaimana perjuangan untuk memberantas praktek kartel yang menyebabkan kenaikan harga sembako.

” Alhamduillah lebaran tahun ini, harga sembako relatif lebih stabil, kita akan terus bergerak bersama Polri dan Kementerian Perdagagan menjaga kestabilan harga sembako,” katanya.

Dr.Syarkawi yang juga alumni Pesantren IMMIM Makassar ini mengatakan, Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam ( SDA ) namun masih menghadapi kendala bersaing karena keterbatasan Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang unggul.
Ia mengatakan kunci untuk bisa bersaing dengan negara lain adalah membenahi pendidikan.

” Untuk di Sulbar, saya sebagai tim 9 pemerintah provinsi, sudah mengusulkan ke pak Gubernur agar dibangun sekolah unggulan tingkat provinsi, anak – anak cerdas dari kabupaten – kabupaten kita kumpul dan dididik dengan sistem khusus,” katanya.

Diskusi makin berlangsung menarik karena disetiap bahasan yang disampaikannya, Dr. Syarkawi selalu mencontohkan kisah sukses negara – negara di dunia yang telah dikunjunginya secara langsung mulai Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Swiss hingga Portugal.

Menurutnya selain pendidikan, kesuksesan di negara – negara itu karena melestarikan budaya yang sarat nilai – nilai edukasi dan pembangunan karakter.

” Misalnya di Jepang dan Singapura, mereka sangat disiplin, menghargai waktu, menghormati pengguna jalan dan kerja keras, itu yang harus kita contoh, disiplin !,” katanya.

Tentang Muhammad Syarkawi Rauf

Dr. Muhammad Syarkawi Rauf adalah ketua Komisioner KPPU periode 2012 – 2017. Syarkawi lulusan Fakultas Ekonomi (1999) Universitas Hasanuddin ini, sebelumnya Syarkawibpernah tercatat sebagai Mahasiswa Fakultas Teknik UMI,Tahun 1992.

sejak 2002 sampai sekarang masih aktif sebagai dosen di almamaternya. Saat kuliah, Ia juga menjadi salah satu aktivis mahasiswa Unhas, termasuk saat perjuangan reformasi.

Syarkawi juga pernah aktif sebagai Junior Advisor di UNSFIR – UNDP ( United Nation Support Fasility for Indonesia Recovery) sebagai Junior Advisor kebijakan industry.

Syarkawi juga terdaftar sebagai Chift Economist Bank Negara Indonesia (BNI Makasssar). Syarkawi meraih gelar doctor ekonomi di Universitas Indonesia tahun 2008 dengan disertasinya yang berjudul International Risk Sharing dan Integrasi Keuangan : Studi Empiris di Negara (cha/s)

Berita Terkait: