Korban Penipuan CPNS di Lingkup Kanwil Kemenkumham Sulbar, Diarahkan untuk Segera Melaporkan Pelaku ke Kepolisian

BANNIQ.COM.Sulbar. Dugaan penipuan terhadap CPNS di Kanwil Kemenkumham Sulbar yang diduga dialukukan oleh Oknum inisial (Ir) yang kamis kemarin(08/11/2018) telah dilakukan Rapat  Dengar Pendapat antara Anggota Komisi I DPRD, dengan Pejabat Kanwil Kemenkumham dan Korban yang ditipu oleh Oknum tersebut.

Menyikapi Masalah ini, Kanwil Kemenkumham Sulbar yang turut dirugikan nama baiknya, atas terbitnya SK Palsu  pengangkatan CPNS   lingkup Kanwil Kemenkumham yang diduga dilakukan oleh oknum ( Ir), meminta kepada korban yang dirugikan untuk melaporkan oknum tersebut ke Kepolisian.

Suasana Rapat Dengar Pendapat antara Komisi I DPRD Sulbar dengan Pejabat Kanwil Kemenkumham Sulbar dan korban penipuan CPNS lingkup Kemenkumham Sulbar(photo:repro)

“Arahan Kakanwil Kemenkumham Sulbar, yang kami wakili di acara Rapat Dengar pendapat (RDP), dengan Komisi I DPRD Sulbar, kita  menunggu  rekomendasi dari hasil RDP tersebut, Tetapi korban yang dirugikan diarahkan untuk melaporkan masalah ini ke Polda Sulbar,” Ujar Kabid HAM Kanwil Kemenkumham Sulbar,Muh.Munir,S.Pd.M.Si. Kepada Sejumlah wartawan di Ruang kerjanya, Jum’at ( 09/11/2018).

Sesuai laporan yang dibahas di RDP di Komisi I DPRD Sulbar, Sebut Munir, bahwa ada sekira 6 orang Yang menjadi korban aksi penipuan  yang dilakukan oknum (Ir), dengan modus penerbitan SK Palsu dimana tanda tangan Kakanwil Kemenkumham Sulbar di SK tersebut dengan scan tndatangan, kemudian stempel yang digunakan adalah Stempel Kantor bukan stempel pimpinan.

” Sangat mudah mengenali kalau SK tersebut Palsu, selain tdak masuk daftar yang teregister oleh Kanwil Kemenkumham, contoh lain, di SK tersebut tertulis penempatan Lapas Mamuju, demikian pula yang seolah ditugaskan di Lapas Polman, padahal di Mamuju tidak ada Lapas yang ada hanya Rutan di Polmanpun demikian, kemudian stempel yang digunakan adalah Stempel Kantor, bukan stempel Pimpinan,” Paparnya.

SK Pengangkatan CPNS Lingkup Kemenkumham Sulbar yang Aspal (Asli tapi palsu) (photo:repro)

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Korban  sebut  Munir, di RDP kamis kemarin korban memberi sejumlah uang senilai 100 juta, dengan janji diluluskan PNS di lingkup Kemenkumham Sulbar.

Bahkan korban-korban tersebut sebagaimana diakui di RDP kata Munir, mereka   diajak oleh Ir ke beberapa Kota dengan alasan pelatihan seperti Ke Bali Malang dan kota Lainnya, bahkan untuk lebih meyakinkan bahwa mereka lulus, para korban tersebut mendapatkan transferan ke rekening mereka yang diduga uang para korban itu sendiri.

” Sesuai pengakuan korban di RDP Kemarin, mereka sudah pernah mendapatkan transferan gaji ke rekening untuk meyakinkan bahwa lulus PNS, yang diduga uang mereka sendiri, mereka juga diajak beberapa kota dengan alasan pelatihan, ” Timpalnya.

Kemudian perihal Oknum Ir yang diduga sebagai pelaku penipuan terhadap beberapa orang pada pengangkatan PNS lingkup Kanwil Kemenkumham Sulbar tahun 2017 dan diperkirakan terdapat puluhan orang lagi yang menjadi korban di Tahun 2018 tahun ini, sebut Munir diketahui oleh pihak Kemenkumham pada saat acara di ruang pola tahun lalu sebelum seleksi CPNS.

Pegawai Kanwil kemenkumham Sulbar mengiranya sebagai Protokoler di Pemprov Sulbar.

” Saat itu oknum Ir ini menjemput kami di lift untuk acara di Ruang pola lantai 4 kantor Guberbur, kemudian kursi Kakanwil Kemenkumham Sulbar berdampingan dengan Kursi sekprov, pak sekprov keluar buang air kecil oknum itu  menempati kursi pak sekprov dan langsung berselfi dengan ibu kakanwil, pak sekprov kesal waktu itu dan bertanya kepada protokoler tentang oknum tersebut, protokoler pemprov juga ternnyata todak ada yang tahu juga,” bebernya.

Masih Munir melalui photo  itulah yang dijadikan modus untuk mempengaruhi korban, namun pada saat itu tidak ada kecurigaan karena memang belum ada seleksi CPNS.

Terkait kemungkinan adanya pihak Kemenkumham Sulbar yang membantu oknum Ir melaksanakan aksinya, Munir mengatakan bisa ada yang terlibs5 bisa juga tidak.

” Bisa ya bisa tidak, namun kalau memang ada yang terlibat oknum Kanwil Kemenkumham dalam kasus ini silahkan masyarakst melaporkan ke Kepolisian,” Pungkasnya.(smd)

 

 

 

Berita Terkait: