KPU Polman Akhirnya Tetapkan DPTHP 2

BANNIQ.COM POLEWALI Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Polewali Mandar menetapkan jumlah daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP-2) untuk Pemilu 2019 sebanyak 303.053, terdiri laki-laki 148.916 dan perempuan 154.137. Jumlah tersebut, tersebar pada 1.229 TPS (tempat pemungutan suara) pada 167 desa/kelurahan di 16 kecamatan se-Kabupaten Polman.

Penetapan DPTHP-2 dilakukan dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Polman, M Danial, di Hotel Sinar Mas, Polewali, Senin 12 November siang. Tiga Konisioner KPU Polman mendampingi, Divisi Data Muslim, Divisi Teknis Hasriadi, dan Divisi SDM dan Sosialisasi Rusman. Dari 16 kecamatan di Polman, tiga kecamatan dengan jumlah pemilih paling banyak dalam DPTHP2 yaitu Campaklagian, Polewali, dan Wonomulyo. Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit, yaitu Matangnga, Bulo, dan Anreapi.

Ketua KPU Polman M Danial, mengatakan DPTHP-2 merupakan hasil penyempurnaan dan perbaikan DPTH-1 yang berjumlah 302.839 pemilih (laki-laki 148.834, perempuan 154.005) yang ditetapkan pada September lalu. Penyempurnaan DPTHP-1 secara umum meliputi tiga aspek perbaikan dalam bentuk pencermatan dan faktualisasi lapangan oleh PPS (Panitia Pamungutan Suara). Dijelaskan, bahwa tiga aspek perbaikan data pemilih, meliputi kegiatan menghapus dari daftar Pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS), memasukan Pemilih yang telah memenuhi syarat namun belum terdaftar, dan perbaikan elemen data. Penyempurnaan DPTHP-1 dilakukan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) selama kurang lebih dua bulan, jelasnya.
Dalam kurun waktu selama dua bulan, dilakukan juga sosialisasi untuk mengajak masyarakat mencermati daftar Pemilih, pengecekan nama Pemilih melalui aplikasi berbasis anroid, dan GMHP (gerakan melindungi hak pilih). Danial mengatakan, KPU dan seluruh jajarannya telah melakukan upaya maksimal yang dilandasi tekad untuk menghasilkan data Pemilih yang akurat dan valid menuju Pemilu Tahun 2019. Dalam masa penyempurnaan data pemilih, KPU membuka ruang kepada masyarakat memberikan tanggapan, masukan, atau koreksi untuk perbaikan, ujarnya. Kegiatan tersebut, katanya, dikawal juga oleh Bawaslu dan jajarannya di tingkat bawah.
Pada kesmepatan itu, Ketua KPU Polman mengapreasi jajaran penyelenggara adhoc (PPK dan PPS) yang telah bekerja keras, penuh semangat dan dedikasi sebagai penyelenggara Pemilu. Dalam bekerja, penyelenggara Pemilu tidak mengenal waktu dan cuaca. Dalam tahapan yang mendesak, penyelenggara Pemilu sudah terbiasa pergi pagi pulang pagi, ujarnya, menyebut prinsip kerja jajarannya. Dia menyampaikan juga terima kasih untuk kerjasama Bawaslu dan jajarannya mengawasi kegiatan PPK dan PPS.
Tiga kecamatan dengan jumlah Pemilih terbanyak yang ditetapkan dalam DPTHP-2, berturut-turut Campalagian sebanyak 41.076 yang tersebar di 161 TPS, Polewali (37.858 di 152 TPS), dan Wonomulyo (33.543 di 134 TPS). Jumlah Pemilih paling sedikit dalam DPTHP-2, yaitu Matangnga sebanyak 3.988 yang tersebar di 19 TPS, disusul Bulo (6.939 di 34 TPS), dan Anreapi (7.611 dengan 34 TPS).
Rapat pleno dihadiri Ketua dan Pimpinan Bawaslu, para ketua dan anggota PPK, wakil Partai Politik tingkat Kabupaten Polman, dan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Muh Ilyas. Hadir Kepala Kantor Kementerian Agama, wakil dari Bagaian Pemerintahan, dan para ketua Panwas Kecamatan se Kabupaten Polman.(rst/s)

Berita Terkait: