Lagi, Masyarakat Kembali duduki Lahan Sawit Yang Dipersengketakan Dengan Pihak Perusahaan

 

P_20160824_102423

Banniq.com.Pasangkayu

Bersenjata Parang Panjang, Puluhan Warga Kembali Menduduki Lahan Perkebunan Sawit

Pasangkayu – Bersenjata parang panjang, warga Desa Godang Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menduduki lahan perkebunan kelapa sawit milik Pt. Unggul Widya Lestari seluas 200 hektar di Dusun Barubu Desa Bukit Harapan yang di klaim masyarakat godang dirampas pihak Pt unggul dari tangan masyarakat beberapa tahun silam dengan menggunakan kekuatan oknum aparat.

 Setelah beberapa bulan tak ada aksi karena adanya pansus agraria yang dibentuk oleh DPRD Kabupaten Mamuju Utara. kini warga kembali menduduki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 200 hektar yang diklaim warga dirampas pihak pt unggul beberapa tahun silam, bersenjata parang panjang puluhan warga godang akhirnya menduduki lokasi perkebunan sawit di dusun barubu dengan cara mendirikan bangunan di areal perkebunan, rabu siang.

 Dengan membawa bahan bangunan puluhan warga yang kesal terhadap kinerja pansus agraria bentukan DPRD Mamuju Utara yang dianggap tidak membuahkan hasil, akhirnya melakukan pendudukan secara paksa di areal perkebuanan seluas 200 hektar yang dipersengketakan antara pihak pt unggul widya lestari dengan masyarakat godang akhrnya kembali memanas.

Walau sempat memamanas dengan kariawan sesaat sebelum masuk ke areal perkebuanan, sejumlah warga tetap memaksa mendirikan banguan di lokasi sengketa tersebut, mereka menilai pemerintah kabupaten mamuju utara tidak mampu menyelesaikan konflik agraria yang terjadi sudah bertahun – tahun di daerah tersebut.

Aswin salah satu warga yang dikonfirmasi mengatakan, hasil temuan pansus agraria DPRD Mamuju Utara sudah dibawah kejakarta dan diserahkan langsung kekementrian agraria namun hingga kini belum ada titik terang. “sehingga kejenuhan masyarakat terhadap penyelesaian konflik agraria berbuntut dengan pendudukan hari ini karena rakyat gerah dengan janji janji manis, sementara nawacita presiden jokowi untuk menuntaskan sejumlah kasus agraria di sejumlah daerah tidak lagi sejalan dengan nawacita presiden karena hingga hari ini konflik agraria itu tidak ada kunjung selesai. Tegas aswin. (Smd/joni)

Berita Terkait: