Lahirkan Wira Usahawan Baru Sektor UMKM, Bank Indonesia Kembangkan Program WUBI

BANNIQ.COM.Sulbar. Guna mendorong perekenomian Indonesia terutama dari sektor Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) khususnya dalam mencetak para wirausahawan baru, yang masih membutuhkan  membutuhkan tambahan 4 juta wirausaha baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat kembali menginisiasi program pengembangan Wira Usaha Baru Indonesia (WUBI) generasi kedua.

Program tersebut untuk melanjutkan tahapan seleksi dan bootcamp yang telah dilakukan di akhir 2018 lalu, pada Kamis, 7 Februari 2019 Bank Indonesia Sulbar menghadirkan IMUTS Pelatih Indonesia untuk memberikan pendampingan pertama pada 16 besar UMKM terpilih pada program WUBI generasi kedua.

Dalam catatan BI Sampai dengan akhir tahun 2017, rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih berada di kisaran 3,1 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Meskipun rasio itu sudah melewati standar internasional, yakni sebesar 2 persen, namun rasio wirausaha kita belum setinggi negara-negara tetangga. Singapura misalnya, saat ini sudah mencapai angka 7 persen, sedangkan Malaysia 5 persen.
Padahal, peran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia lapangan kerja tidak perlu diragukan lagi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 99 persen lapangan kerja nasional merupakan kontribusi dari sektor UMKM. Oleh karena itu, pengembangan UMKM menjadi prioritas pemerintah dalam mendorong perekonomian nasional.

Untuk.Provinsi  Sulawesi Barat Sendiri, WUBI sebagai upaya  Mendukung program prioritas pemerintah dalam mewujudkan 20.000 wirausaha UMKM baru, Program ini merupakan upaya Bank Indonesia dalam mengembangkan wirausaha pemula di Sulawesi Barat. Yang membedakan Program WUBI ini dengan program-program sejenis lainnya adalah WUBI mengusung konsep trilogi program yaitu terfokus, berkelanjutan, dan militan.

Tidak hanya menjadikan peserta WUBI sukses dalam berbisnis, lebih jauh WUBI diharapkan mampu menyebarkan ilmu dan keahlian kepada wirausaha pemula lainnya untuk maju dan berkembang bersama WUBI.

Program WUBI sendiri terdiri dari beberapa tahapan seleksi. Pertama, seleksi administrasi dan asesmen psikologi untuk melihat potensi usaha dan psikologis pelaku usaha. Kedua, pelaksanaan company visit untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan pada saat wawancara. Ketiga, bootcamp yang diarahkan pada perubahan mindset, karakter, kemauan dan kerja keras dari peserta. Melalui ketiga tahapan seleksi ini kemudian menghasilkan 16 pengusaha potensial untuk selanjutnya mengikuti tahapan yang keempat yaitu pendampingan usaha dari Bank Indonesia bekerjasama dengan konsultan entrepreneur IMUTS Pelatih Indonesia selama enam bulan. Pendampingan usaha ditargetkan dilakukan setiap dua bulan sekali atau sebanyak tiga kali dengan berbagai materi untuk mengembangkan usaha peserta WUBI seperti inovasi produk, pemasaran, penyusunan laporan keuangan dan banyak hal lainnya.
Program WUBI generasi kedua saat ini telah melewati tahapan seleksi, wawancara dan bootcamp yang dilaksanakan pada akhir tahun 2018. Melanjutkan tahapan program tersebut, pada 7 dan 8 Februari 2019, Bank Indonesia Sulbar mengundang kembali 16 pengusaha terpilih dalam program WUBI generasi kedua untuk mengikuti kegiatan pendampingan pertama. Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di Hotel Maleo Town Square Mamuju selama dua hari dan dibuka oleh Kepala Tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulbar. Ilmu yang diberikan pada pendampingan pertama adalah penguatan visi misi, marketing offline maupun penggunaan media sosial, penentuan segmentasi pasar hingga pembuatan laporan laba rugi.

Melalui pendampingan WUBI ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi usaha peserta WUBI, yang secara tidak langsung mampu meningkatkan daya saing pelaku wirausaha di Sulawesi Barat, sebagaimana program WUBI generasi pertama yang telah berhasil menelurkan 8 wirausaha terbaik yang semakin hari semakin sukses dan menebarkan virus-virus kewirausahaan di lingkungannya.|smd

Berita Terkait: