Legislator Sebut Bedah RPJMD di Makassar Akan Bebani Anggaran

Banniq.com.Majene

Ketua Komisi III Adi Ahsan mengungkapkan ketidaksepakatannya atas kegiatan yang akan diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Majene, yaitu bedah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Majene 2016-2021 di Makassar, Sulsel.

Menurut Adi Ahsan, kegiatan itu harusnya dilaksanakan di dalam kota saja dan tidak perlu keluar daerah jika ingin mendalami dan mengupas RPJMD. “Untuk apa sampai dilaksanakan di Makassar,” ujar Adi Ahsan, saat ditemui, Kamis (10/8/17).

Ia menganggap kegiatan yang rencananya digelar di Aula LAN Antang Makassar itu tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. karena dilaksanakan hanya beberapa jam. Padahal kata Adi, untuk membedah satu RPJMD idealnya membutuhkan waktu cukup panjang, sebab butuh analisa dari berbagai aspek.

“Kegiatannya intinya mungkin hanya tiga jam, apakah ada hal urgen yang  bisa dipetik. Kalau sekedar diskusi sih iya, tapi ini kan bedah RPJMD,” tuturnya.

Adi menilai kegiatan tersebut hanya akan membebani anggaran, hal itu karena seluruh pimpinan OPD dijadwalkan hadir, dan tentunya mereka pasti menggunakan anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk akomodasi ke Makassar. “Alasan Balitbang, anggarannya sedikit sebab biaya tempat dan pemateri ditanggung. Tapi disisi lain ini melibatkan rombongan yang akan menggunakan dana daerah. Pengiritan itu seolah hanya kamuflase,” tudingnya.

Adi juga menilai, Narasumber yang akan di hadir dalam acara tersebut, Idris DP, dianggap belun kompeten dibidang perencanaan. Kata Adi, Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN RI itu bukanlah ahli perencanaan, melainkan akademisi di bidang magister administrasi publik. “Harusnya pematerinya berasal dari ahli perencanaan, kalau gara-gara dia, kita hadir. Itu bukan alasan tepat,” jelasnya.(cha/smd)

 

Berita Terkait: