Loloskan 2 Calon Komisioner yang Pernah Terima Sanksi dari DKPP, Timsel Bawaslu Dinilai Tidak Profesional

BANNIQ.COM.Sulbar. Usai pengumuman hasil calon anggota Bawaslu Sulbar oleh Timsel beberapa hari lalu, yang menetapkan 4 orang yang akan mengikuti Feet And Proper Tes Bawaslu RI dalam waktu dekat ini, yakni Fitrinela Patonangi, Adri Trisandi, Syakir dan Usman, langsung mendapat sorotan dari salah seorang anggota masyarakat Sulbar.

Adalah Masram, pemerhati Sosial politik sulbar menilai ketidak profesionalan Timsel karena tidak melihat rekam jejak calon Anggota Bawaslu Sulbar, bahkan sejak awal kata Masram Timsel telah melakukan perubahan pengumuman dari 8 menjadi 20 calon yang dinyatakan lolos seleksi CAT dan Psikologi.” Masih ingat pengumuman yang dikeluarkan timsel awalnya 8 orang lalu diralat menjadi 20, Kenapa diralat, karena awalnya timsel memaknai 4 kali kebutuhan itu, dihitung dari yang dibutuhkan pada seleksi berjalan yakni dua orang, jadi 2×4=8,” Terang Masram, via WA,Kamis(7/6).

Dari jumlah 8 yang dinyatakan lolos tersebut, sambung Masram, entah kenapa dan alasan apa sehingga pendapat timsel 4 kali kebutuhan itu berubah dan dimaknai bahwa 4 kali kebutuhan dimaksud dihitung dari jumlah komisioner bawaslu sulbar, yakni 5 orang, jadi 5×4 maka jadilah 20.

Dan selanjutnya sebut Masram, pada pengumuman terakhir hasil kesehatan dan wawancar timsel tidak konsisten memakai pendapatnya bahwa yang dimaksud kebutuhan adalah dihitung dari jumlah anggota komisioner karena timsel hanya mengumumkan nama 4 orang.”  Karena seandainya timsel tidak bermain-main dengan aturan dan konsisten pada pendapat awalnya maka nama yang akan diumumkan bukan 4 tapi 10 orang, karena ketentuannya 2 kali kebutuhan. Jika kita kembali pada pendapat dan pemaknaan timsel dalam mengumumkan hasil tes sebelumnya yakni 4 kali kebutuhan dari jumlah komisionern bawaslu sulbar, maka sekali lagi timsel keliru menetapkan 4 orang harusnya 10 orang, dan timsel sangat tidak taat hukum terkait asas kepastian hukum,” Timpalnya.

Olehnya jika terjadi Kekeliruan, Mantan anggota DPRD Mamuju ini menantang ketua timsel untuk membantahnya.” Kalau ini keliru mohon ketua timsel untuk membantahnya.,” Tandasnya.

Selain itu masih kata mantan Pentolan PMII ini, menilai  timsel juga tidak memperhatikan rekam jejak calon dengan meloloskan dua orang yang pernah dikena sanksi oleh DKPP.

”  Pernyataan ketua timsel yang dimuat dimedia online tidak lebih dari sebuah pernyataan pembenaran karena dasar hukumnya tidak jelas.,” kilahnya.

Untuk menanggapi hal ini, Banniq.Com meminta konfirmasi ke Ketua Timsel Calon Anggota Bawaslu Sulbar,Dr.Rahmat Muhammad,M.Si, via WA, namun samping berita ini terposting,  Banniq.com belum mendapatjan konfirmasi dari yang bersangkutan (sd)

 

Berita Terkait: