Maenunis Nilai SDK Hanya Kejar Pencitraan Politik Lewat MK

IMG-20170302-WA0038

Banniq.com.Polewali

Sidang sengketa Pilkada Sulbar 2017 tahap pertama telah digelar oleh MK (17/3), dengan SDK-Kalma sebagai penggugat, KPU Sulbar sebagai tergugat serta ABM-Enny selaku peraih suara terbanyak sebagai terkait.
Eks. VO Media Center ABM, Maenunis Amin, menilai gugatan SDK-KK tidak cukup mendasar.
“Dari awal saya menyakini bahwa dasar gugatan MK Paslon SDK-KK sangat lemah. Komposisi materi gugatannya juga sangat absurd jika soalannya selisih suara tapi berkutat di uji materi Suket, KTP-el dan tahapan yang jelas bukan renvoi ABM sebagai terkait. Sangat tipis kemungkinan SDK memenangkan MK.” Ungkap Maenunis.
Beberapa kelemahan materi isu SDK-KK dinilai tidak dikemas secara baik dan tidak teliti dalam menyusun desain gugatan.
“Pada tahapan misalnya, SDK tidak sadar bahwa, menggelar quick-count, lalu mempublish C1 vesi mereka pasca rekapitulasi semua PPS serta rekap entry C1 portal KPU RI adalah blunder besar. SDK juga seharusnya tidak menandatangani hasil rekapitulasi PPS dan PPK untuk tidak Verjaring sebagai objek gugatan.” Jelas pria yang akran disapa Inu tersebut.
Dirinya melihat tujuan gugatan SDK-KK hanya sebagai pencitraan politik semata.
“Jika di-flas back lemparan opini yang dikembangkan SDK pasca 15 Februari sampai jelang MK, maka targetnya jelas mengejar pencitraan politik saja. SDK hanya ingin menggiring opini bahwa, dirinya kalah karena dicurangi.” Tutup Maenunis.(ns/smd)

Berita Terkait: